Saturday, February 1, 2014

Obrolan Penuh Mimpi


Beberapa hari yang lalu, paman gua berkunjung ke rumah. Paman gua ini kerjaannya di bidang pengadaan barang-barang untuk rumah sakit. Lumayan berduit juga. Sore-sore, gua ngobrol sama dia. Sekedar bertukar kabar aja karena udah lama gak jumpa.

Obrolan pun berlanjut membahas impian. Dia nanya sekarang gua lagi ngambil jurusan apa, kenapa ngambil itu, kelak mau jadi apa, dan segala hal tentang masa depan.

Paman gua bilang “ kamu tau gak kenapa kita harus menggantungkan impian kita setinggi langit?”
“Supaya gak bisa diambil orang?” jawab gua sekenanya.
Paman gua tergelak. “ Bisa juga. Tapi yang lebih tepatnya supaya banyak perjalanan yang kita lalui untuk menggapainya.”
Gua mangap. Bingung.

“Gini, misalnya kamu menetapkan impian cuma sampai atap rumah. Maka usahamu untuk mencapainya juga tidak akan lebih dari atap rumah. Usaha standar. Tapi ketika kamu menetapkan impian setinggi langit, maka usahamu lebih maksimal. Kamu akan melampaui impian setinggi atap rumah, kemudian melanjutkan impian sampai mencapai langit.”

“Tapi Paman, bukankan lebih sulit untuk mencapai yang lebih jauh. Rintangannya juga lebih banyak,” protes gua.
Dia menggelengkan kepalanya, “Ah, siapa bilang. Itulah pemikiran orang yang tidak mau berusaha. Memang setiap impian pasti ada bebatuan yang menghadang, ada rintangan. Tapi tau gak, kadang kita sendiri yang membuat rintangan tersebut. Seharusnya jalan yang kita tempuh lurus kayak jalan tol, kita malah membuatnya berlubang-lubang.

“Contohnya gimana, Paman?”
“Contoh, kamu adalah seorang pegawai swasta. Seharusnya kamu akan dipromosikan dalam beberapa bulan ke depan. Tapi karena kamu gak sabaran, kamu mulai curang. Mulai korupsi. Mencari jalan pintas. Sehingga melunturkan kepercayaan atasan. Akibatnya kamu dipecat. Lihat kan. Terkadang kita sendiri yang mempersulit diri kita.”

“Ada satu hal lagi yang perlu kamu tau. Semua orang hanya memikirkan akhir dari kesuksesan, punya uang banyak, hidup mapan. Tapi, hanya segelintir orang yang memikirkan proses untuk mencapai kesuksesan. Paman pernah baca buku yang berjudul The Secret. Disitu dikatakan, kalau kita telah bermimpi, maka alam semesta akan membantu kita mewujudkannya.”

“Enak dong kalau gitu. Tinggal santai-santai aja. Maka impian kita terwujud,” kata gua.
Paman gua berdecak. “Kamu ini. Taunya enak aja. Ya gak gitu juga. Tentu saja kita harus berusaha, impian tanpa usaha sama dengan nol. Lagian, meraih sukses itu gampang loh. Kamu tinggal mengubah satu sistem paling mudah, dan semuanya akan berjalan layaknya efek domino.”

‘Sistem yang bagaimana, Paman?”
“Kamu harus merubah diri sendiri dulu. Kemudian hal-hal lain akan ikut berubah. Misalnya selama ini kamu malas, nah ketika kamu merubah diri kamu menjadi rajin, maka prestasimu semakin meningkat. Lalu, kamu mendapat pekerjaan yang lumayan, karena prestasimu. Begitu terus. Seperti efek domino lah pokoknya.”

Disini pemikiran gua mulai terbuka. Betapa impian itu sebenarnya ada dalam genggaman. Tergantung kita mau meraihnya atau tidak.

Gua teringat ketika dulu punya mimpi untuk masuk PTN favorit di Sumatera Utara. Les sampe malam, diskusi dengan mentor, ditambah mengulang pelajaran, semuanya gua lakuin untuk bisa masuk PTN. Gua sadar, kemampuan gua pas-pasan. Dan passing grade jurusan yang mau gua ambil lumayan tinggi untuk ukuran gua.

Ketika ujian, gua lakuin semua yang gua bisa. Dan hanya bisa pasrah dengan hasilnya. Tapi, gua tetap berdoa dan berharap banget bisa lulus.
Sayangnya, Tuhan berkata lain. Gua gak lulus.

Mental gua jauh ke titik terendah. Gua muak melihat buku pelajaran. Rasanya pengen dijual aja ke tukang loak. Gua juga menyalahkan Tuhan. Menyalahkan keadaan, karena gagal mencapai impian.

“Arman. Kamu harus tau, semua hal di dunia ini terjadi karena ada alasan dibaliknya,” kata paman gua.
Ternyata gua curhat tadi sama dia.
“Apakah sekarang kamu masih merasa down?”
Gua menggeleng, “Malah aku bersyukur bisa masuk kampus yang sekarang. Dosennya baik, kawan-kawan juga asik, dan aku semangat belajar karena jurusannya sesuai minatku. Kalau di PTN kemarin, ya sesuai passing grade yang bisa aku capai.”
“Nah kan. Belum tentu kamu merasakan hal ini jika kamu lulus di PTN. Rencana Tuhan selalu indah pada waktunya.”

Gua manggut-manggut.
“Kamu pernah gagal lagi dalam impian?”
“Pernah. Ketika membuat artikel dalam rangka giveaway. Kayak lomba gitu, Paman. Tapi ini untuk blogger.”

“Kenapa kamu gagal?”
Gua mengingat lomba-lomba blog yang gua ikuti. Yang seringkali gagal daripada menang. Pernah sih menang sekali, tapi hadiahnya gak pernah dikirim. PHP.
“Tau kenapa kamu gagal?” tanya paman gua lagi.
“Ya. Karena aku lebih mementingkan hadiahnya ketimbang tulisan yang kubuat. Aku merasa tulisanku sudah bagus dan layak untuk menang. Tidak mau menerima kritik.
“Haha. Permasalahan yang biasa dialami remaja seusia kamu. Trus gak pernah menang lagi?”

“ Pernah dong. Ketika itu, aku mencoba mengabaikan hadiah dan hanya fokus kepada tulisan yang akan aku buat. Berusaha memberi yang terbaik untuk pembaca blogku. Dan hasilnya sama sekali gak disangka. Aku menang juara pertama.”

Ini cerita gua yang menang blog, juara pertama. dapat domain 3 tahun. Yayasan blog
Ada lagi cerita tentang Pergantian cita-cita. Syukurlah ini menang juga.

“Itulah buah kerja keras. Kegagalan pasti akan menempa kamu. Akan memecut kamu untuk terus berjalan. Tapi kesuksesan akan memecut kamu untuk terus berlari mengejar impianmu yang belum tercapai. Tapi ingat, kesuksesan bagai dua mata pedang, akan menjadikan kamu lebih semangat mengejar impian, atau akan menjadikan kamu sombong. Merasa yang terbaik. Berhati-hatilah pada perasaan semacam itu.”

 “Tapi ada satu hal yang tidak boleh kamu lupakan ketika punya impian,” kata paman gua tegas.
“Apa paman?”

“Kamu tidak boleh melupakan Tuhan.”

Disini gua merasa ditampar banget. Betapa gua sering sekali mengabaikan Tuhan dalam setiap impian gua. Hanya mengingat Tuhan ketika susah, itupun menyalahkan. Dan ketika berhasil, gua malah lupa sama sekali dengan Tuhan. Menganggap semua itu adalah hasil kerja keras gua.

“Walaupun impianmu terwujud, tapi tanpa rasa syukur terhadap Tuhan, maka kamu akan merasa hampa. Merasa miskin. Merasa sia-sia. Selalu ikutkan Tuhan dalam setiap impianmu. Dengan begitu, walau kamu gagal, kamu akan selalu merasa kuat, karena pertolongan Tuhan.”

“Iya paman. Aku berjanji akan selalu berserah kepada Tuhan.”


Gua berusaha mencerna semua pembicaraan ini. Meresapkannya ke dalam hati, supaya terus terkenang dalam sanubari. Impian-impian gua perlahan mulai bermunculan satu persatu. Gua bermimpi bisa melakukan ini dan itu, punya ini dan itu, pokoknya segala sesuatu yang gua rasa mustahil.

Karena gua percaya, selagi kita mau berusaha dan tekun, tidak ada yang mustahil. Terimakasih untuk Paman gua, yang karena kebijaksanaannya berhasil memotivasi gua untuk kembali menggantungkan impian setinggi langit.


Kalau lo juga punya cerita mengenai impian lo yang telah tercapai atau sering gagal, yuk share disini. Biar kita sama-sama diskusi.




giveaway-kolaborasi-banner-ii


Update 22 februari.
gua adalah salah satu pemenang giveaway ini. bersama dengan pemenang yang lain. karena hadiahnya ada banyak juga. bukti kemenangan silakan cek pengumumuman disini

65 comments:

  1. Pernah menang tapi hadiahnya gak dikirim,ngenes banget bang :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya. memang. jadikan pelecut semangat aja deh. hehe

      Delete
  2. Gue juga sama, setiap ikut lomba selalu kalah. Semua. Jurusan kuliah gue skrgpun sebenarnya gak pernah kepikiran waktu sekolah dulu. Impian gue banyak yg intinya itu utk membahagiakan orang tua, tapi sampai saat ini gue rasa gue blm memberikan itu. Mencoba tp selalu gagal. Itu dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. membahagiakan orangtua emang perlu. tapi ya harus ikhlas juga. tetap semangat kak

      Delete
  3. gw pernah ikutan GA dan di waktu yang telah di janjikan ternyata tulisan gw menang. gw pun seneng sambil nungguin hadiah buku yang udah di janjikan tapi samoe detik ini bukunya ga pernah dateng :(((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren, Man. Gue juga pernah kok gagal diterima di PTN yang dimau tapi bener kata Pamanmu semuanya terjadi karena alasan tertentu. Tuhan gak tidur kok kalo kita berusaha pasti akan ada diberi kemudahan.

      Delete
    2. bener. pasti ini cuma ujian supaya kita lebih baik lagi

      Delete
  4. kata2nya bijak banget. Gilaa. Jadi termotivasi

    ReplyDelete
  5. dapet nasihat baru lagi nih dari paman loe ga:D
    betul banget impian itu sebenarnya gampang dan jalannya lurus aja
    cuma kita aja yang selalu sering mengeluh dengan kekurangan, mengeluh dengan kelebihan orang.

    Sifat sombong, ininih yang paling susah dijauhi saat kita sudah berhasil menggapai mimpi atau melakukan hal yang lebih baik dari orang.
    gue sering bersifat sombong karna gue ingin mendapat pengakuan dari orang-orang bahwa gue mampu. trus sadarnya belakangan "yah, ampun kata2 gue tadi terasa sombong banget", yah seperti itulah pikir gue dalem hati saat tersadar

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah ya. manusia emang gampang mengeluh. tapi susah bersyukur

      Delete
  6. setuju dengan pamannya, karena semua para penggede yang hidup sekarang atau dimasa lalu juga...hidup dan berhasilnya karena mimpi...beneran loch...suwer deh gituh

    ReplyDelete
  7. diPHPin sama yang punya GA ya? semoga lain waktu digantikan hadiah yang lebih baik. btw, soal capaian target itu bener loh. kalo kita nargeting sekian, pasti usahanya maksimal. kalo nargetinnya cuma dikit jadinya kayak ga ada penyemangat gitu. yang terpenting bisa ukur kemampuan sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah dapat hadiah yg lebih baik kok. hehe
      kita harus mengalahkan mental block kan ya?

      Delete
  8. bener banget yang dibilang paman, untuk mendapatkan sesautau yang besar kita juga harus punya keinginan yang besar

    ReplyDelete
  9. Nice post, bisa jadi bahan renungan sih. Semua yang buruk pasti ada hikmahnya. Nggak mungkin Tuhan menciptakan sesuatu sia-sia. Pasti ada manfaatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali.. Waktu kita gagal, kadang kita lupa sebenarnya ada kejutan yang disiapkan Tuhan untuk kita.. :)

      Delete
    2. tidak ada hal yang sia-sia di dunia ini

      Delete
  10. hahahaha... bisa juga nulis beginian kamu ga? mantep, mantep. berbobot nih tulisannya. ngalahin jambulmu... Nice post eniwey! Saya pernah baca juga tentang orang2 otak kanan. bener kata pamanmu, jika kita sudah berani bermimpi maka alam semesta akan bantu mewujudkannya. Itu betul banget!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang jambul gua kenapa?
      wah, makasih ya. hehe
      mari kita bermimpi

      Delete
  11. semoga sukses, arman dan semoga gak diPHP-in lagi :P

    ReplyDelete
  12. Jadi, intinya : Bermimpilah setinggi mungkin dan jangan lupa berusaha dan berdoa untuk mewujudkannya ^^

    ReplyDelete
  13. law of attraction yah..semesta bakal mendukung apa yg kita yakini..

    ReplyDelete
  14. Mimpi saya... ah saya lupa apa mimpi saya semalam ataupun malam-malam sebelumnya.

    ReplyDelete
  15. Keren pamannya, gue setuju. Dengan semakin panjang prosesnya, maka semakin tinggi usaha untuk mencapainya. Dan yang ngga kalah penting, seperti kata Kiyoshi dalam komik Kuroko, kita harus bersenang-senang dengan prosesnya. Hoho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup. enjoy the process. tapi gua gak pernah baca komik itu. haha

      Delete
  16. Pamannya bijak banget.. Mario Teguh KW super kayaknya nih.
    Tapi keren nih, memotivasi.

    ReplyDelete
  17. untuk menjadikan cita-cita menjadi nyata mesti berani membuat visi dan misi yang jelas. berusaha, berdoa, pantang menyerah, dan yang terakhir niat.
    walaupun hasil yang akan didapat kadang gak sesuai harapan harus siap-siap lapang dada.

    ReplyDelete
  18. Asyik ya, menang lomba blog. Saya belom pernah, hiks.

    ReplyDelete
  19. Paman yang super sekali ! :D
    Keren banget tulisannya, semoga menang ya :)

    ReplyDelete
  20. Mas Zegaisme saya tambahkan juga "Bersyukur",mimpi boleh setinggi langit tapi melupakan apa yang kita punya itu tidak baik hehehe :D Optimis dan Slalu bersyukur

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kan gua udah nulis jangan melupakan Tuhan. itukan termasuk bersyukur juga mas. tapi, makasih masukannya ya :)

      Delete
  21. iya bro.. manusia kebanyakan banget.. kalo seneng suka gak inget Tuhan, giliran susah baru inget dan nyesel...

    ReplyDelete
  22. pesan yg tk boleh dilupakan : jangan sampai terlena akan duniawi setelah kalian mendapatkan apa yg kalian inginkan, ssungguhnya smua itu hanya titipan-Nya
    follback sob

    ReplyDelete
  23. Warna blognya rada gimana gitu ya... -__- entah mata ku saja yang ngerasa gak nyaman atau entah lah.

    Tulisannya saya suka. Bener memang, jika ikut lomba blog pasti yang dipikir pertama adalah hadiahnya, akibatnya selesain postingan dengan seenaknya. Kalau kalah, eh, marah. -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih terlalu cerah ya? padahal udah gua gelapin ini.

      haha iya tuh. makanya sekarang kalau mau ikut GA harus bener-bener dipersiapkan

      Delete
  24. Hmmph. , paling suka kata2 ini "selalu ikutkan Tuhan dalam setiap impianmu".

    ReplyDelete
  25. Gue udah berkaca-kaca baca kalimat "Jangan melupakan Tuhan" gitu, ah :')
    semoga menang bang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. lo mau nangis gitu?
      hehe
      iya, makasih dukungannya Nof

      Delete
  26. obrolan paman dan keponakan yang menginspirasi...makasih udah dishare

    ReplyDelete
  27. impianku bisa punya Mobil CRV...

    ReplyDelete
  28. waahh ternyata zegaisme ini yang juara giveaway ahhaha.. keren banget postinganya, saya semakin paham apa arti mimpi yang sebenernya.. selamat yaaa.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg juara byk kok mbak. gak cuma gua. terimakasih ya mbak :)

      Delete
  29. Pas bagian2 akhir, kata2nya mah nyentuh, kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nyentuh kemana nih? nyentuh hati? mau jadi pacarku dong kalau gitu

      Delete
  30. Yang terpenting memang "selalu mengikutsertakan Tuhan" ya kak :')
    aaaaaakh suka banget sama tulisan ini :)))

    ReplyDelete

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu diharamkan