Showing posts with label galau. Show all posts
Showing posts with label galau. Show all posts

Tuesday, December 27, 2016

Dilema Keluarga Besar


Keluarga lintas generasi

Memiliki keluaga besar itu, menurutku, lebih banyak gak enaknya daripada enaknya. Masa-masa menyenangkan di keluarga besar itu hanyalah ketika kamu masih seorang bocah ingusan yang tidak tau apa-apa. Setiap keluarga besar ngumpul, kamu dapat dua kebahagiaan. Pertama, kamu bisa bertemu dengan saudara sepupu, yang bahkan kamu gak tau udah dilahirkan ke dunia ini, dan bermain bareng mereka. 

Di saat seperti inilah kamu dapat sebuah bonus besar dari orangtua yang disebut “Izin Begadang”. Yup, kamu bebas bermain semalam suntuk dengan sepupumu, dengan catatan orang dewasa belum tidur. Kalo orang dewasa udah tidur, kamu harus tahu diri untuk ikut tidur juga.
Lanjut Baca Terus >>>

Saturday, October 1, 2016

[KONSULTASAL] Gebetan Gak Tau Diri



Beberapa hari yang lalu, ketika aku lagi asik baca Webtoon, tiba-tiba masuk satu email baru. Aku pikir paling email yang berisi newsletter lagi. Ternyata bukan. Isinya adalah curhatan seseorang. Padahal aku udah jarang ngeblog dan ngeposting Konsultasal. Tapi, tetep aja ada yang mau curhat. Jadi terharu.

Pasien kali ini, sebut saja namanya Arin, curhat tentang hubungan tanpa status
Lanjut Baca Terus >>>

Sunday, April 24, 2016

[KONSULTASAL] Cinta Kepada Kakak Guru



Rasanya udah berbulan-bulan segmen KONSULTASAL tidak pernah lagi diupdate. Merasa bersalah juga dengan para pasien yang udah curhat tapi gak dipublish di blog. Maafkan aku ya. Huu. Beberapa curhatan yang udah lama, terpaksa aku balas via email aja.

Aku sempat mengira gak bakal ada yang mau curhat lagi. Eh, taunya beberapa hari yang lalu ada email masuk dan curhat. Ternyata, kalian masih percaya dengan kemampuanku yang asal-asalan.
Penasaran seperti apa curhatan kali ini? Langsung baca aja, yuk.

Saya,mau cerita. Nama saya Isa. Ini kisah cinta saya yang pertama. Saya kenal dia dari tempat les. Pertama melihatnya, gak tau kenapa rasa ini beda. Abis itu dia nanya nama saya. Kata dia “Nama kamu siapa?” Terus dia nanya sekolah juga. Ehhh gak disangka-sangka, saya satu sekolah sama dia. Bedanya dia sma, saya smp. Setiap malam saya ketemu dia di tempat les dan dia guru les.

Terus yg bikin saya baper sama dia, kalau habis pulang les pasti kan salim. Di situ saya merasa senang karena saya bisa megang tangannya dia. Gak tau kenapa ya tangan saya kalau lagi salim sama dia suka dipegangin melulu. Kenapa saya suka sama dia karena langka cowo kaya dia. Trus lama lama saya punya perasaaan yang sangat dalam sama dia. Saya pernah menceritakan dia di depan teman-teman saya. Gak tau kenapa saya mengeluarkan air mata. Udah satu tahun saya menunggu dia. Saya udah gak tahan lagi dengan keadaan cinta yang terpendam.

Suatu hari lewat dari bbm, saya ngomong,
“Ka saya suka sama kakak.”
“Ini beneran Isa?”
“Iya”
“Kamu sukanya dari kapan?”
“Dari pertama ngeliat kakak. Terus, responnya gimana, kak?”
“Respon apa?”
“Perasaan kakak ke saya”
“Kalo sekarang, saya anggap kamu sebagai adik gapapa kan? Tapi adik ke kakaknya melebihi seperti seseorang kekasih”

Di situ saya merasa bodoh karena udah memberitahu perasaan yang sebenarnya. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mau gimana lagi, terima aja dengan kenyataan. Tolong responnya ya, Bang.

Hai Isa. Terimakasih sudah berpartisipasi di segmen KONSULTASAL ya. Aku sebenarnya heran, loh. Masih ada aja yang mau curhat. Padahal blog ini udah lama kuanggurin. Kamu pembaca setia ya? Jadi terharu nih.

*Plis. Jawab iya aja. Lagi butuh dukungan moral gara-gara skripsi kampret*
Membaca ceritamu, aku jadi inget dengan masa-masa SMP. Dulu ketika aku masih SMP, nyolek pundak cewek rasanya grogi banget. Itulah makanya aku selalu nyolek dada mereka. Eh.

Btw, aku harus ngucapin selamat nih ke orang yang kamu taksir. Kita kasih namanya siapa ya? Budi aja gimana?

Budi ini, walaupun masih SMA, tapi udah jadi guru les. Salut, loh aku. Pas aku SMA, boro-boro jadi guru les. Ngajarin adik sepupu aja kadang males-malesan. Apalagi kalau pelajaran matematika. Behh, aku iya-iyain aja semuanya. Biar cepet. Besoknya, ketika pulang sekolah, tanpa babibu dia langsung ngelakuin suplex. Dasar sepupu kurang ajar.

Cerita kamu juga belum lengkap nih. Kamu belum ngasitau apa yang bikin Budi langka? Apakah dia termasuk mamalia berputing hexagonal yang akan segera punah? Apakah dia akan menjadi target petisi para pecinta alam berikutnya? Atau apa? Aku belum ngerti nih.

Atau dia langka karena sentuhan tangannya mampu menggetarkan sukmamu? Sehingga kamu jadi menggelinjang keenakan? Pasti tangannya sering dipake olahraga lima jari, makanya bisa mengirim sinyal seperti itu. Maaf rada vulgar. Habisnya, aku membayangkan kamu salim ke Budi, dan tanganmu dipegang-pegang. Pikiranku mendadak kotor. Apa yang sebenarnya dia lakukan ke tanganmu? Apakah dia juga melakukan hal yang sama ke anak didik yang lain? Yang salim gak kamu doang, toh?

Sekarang, gua paham kenapa dia mau jadi guru les. Hmm..

Kamu juga patut diacungin jempol. Menahan perasaan satu tahun itu jago loh. Bukan mendiskreditkan, tapi untuk ukuran anak SMP yang biasanya cuma mengalami cinta monyet, kamu malah mempertahankan cintamu selama satu tahun. Para selebritis yang doyan kawin cerai harus belajar setia dari kamu.

Sayangnya, cinta kamu tidak berbalas ya. Malah masuk ke kaka adik zone. Aku sebenarnya bingung dengan banyaknya zona percintaan jaman sekarang. Dulu, tuh kalau gak suka ya ditolak. Kalau suka ya jadian. Nggak masuk ke dalam berbagai pembagian zona. Kakak adik yang lebih dari sepasang kekasih. WTF!


Kakak-adik macam apa itu. Itu sih artinya kakaknya pengen nyari adiknya pas lagi sange doang. Pas lagi senang, ya pergi sama yang lain. Seriusan, deh. Cowok gak mungkin nolak kalau dia juga suka sama cewek tersebut. Ada tiga alasan mengapa mereka memilih kakak-adik zone:

1. Dia homo
2. Dia pengen manfaatin kamu
3. Menurutnya, kamu jelek

Kalau kamu gak jelek, dan gak merasa dimanfaatin juga, ya berarti dia suka hap hap.

Kamu harus belajar satu hal dari cowok. Mereka yang menolakmu mentah-mentah jauh lebih baik daripada mereka yang menolakmu, tapi masih menginginkan lebih darimu. Setidaknya, yang menolakmu mentah-mentah hanya membuatmu menangis sehari semalam. Yang menolakmu tapi menginginkan lebih, akan membuatmu menangis setiap hari.

Kalau dia selingkuh, kamu mau ngasih kata-kata pedas macam apa coba? Ngundang tim katakan putus, supaya hostnya yang lebay itu muncrat-muncratin si Budi dengan air liur?

Kamu nggak bakalan bisa ngelakuin itu, Sa. Apa yang mau diputuskan kalau tali pengikatnya saja tidak ada?

Berhentilah percaya akan keberhasilan segala macam zona percintaan. Itu hanyalah alasan supaya mereka tetap bisa merengkuhmu, ketika pacar aslinya tidak bisa memberikan cinta. Yah, kecuali kamu emang pengen dimadu gitu, sih.

Kamu tau kan kenapa disebut dimadu? Soalnya cuma diambil madunya, doang. Tapi, yang berurusan dengan lebahnya, ya orang lain.



Tetaplah menjalin komunikasi dengannya, tapi jangan menjalin hubungan-kakak-adik-tapi-kayak-kekasih dengannya. Jadi, teman biasa aja yang tidak melibatkan cinta. Yakinlah, kisah ini nantinya akan kamu kenang sebagai salah satu cerita konyol yang kamu sendiri heran kenapa bisa terjadi. Kamu masih SMP loh. Masih panjang jalanmu untuk merasakan berbagai kisah romansa. Tsahh. Tapi, kalau kamu gak mau lagi berhubungan dengannya nggak masalah, sih.


Tak perlu pisau untuk membunuh cinta. Yang kamu butuhkan hanya ucapan selamat tinggal. As Seen On TV, Christian Simamora.

Untuk sekarang, fokuslah ke sekolahmu. Bersenang-senanglah dengan teman-temanmu. Tapi, jangan sampai kelewatan gaul juga. Jalinlah beberapa hubungan percintaan yang JELAS. Bukan yang masuk ke dalam berbagai zona. Setidaknya kamu punya stok mantan. Bukan stok nyaris kekasih.

Semoga pikiran kamu tercerahkan. Sekali lagi terimakasih sudah mau curhat di segmen KONSULTASAL. Buat temen-temen yang lain, yang udah melalui banyak sekali kondisi percintaan, kasih saran dong bagaimana seharusnya Isa bersikap.

Ceritakan juga di kolom komentar bagaimana pendapatmu soal jenis-jenis zona percintaan sekarang ini.

Sampai jumpa di segmen KONSULTASAL berikut. Semoga masih ada yang curhat. Kalau kamu berminat curhat, jangan ragu-ragu untuk mengirim curhatanmu ke azeegha@gmail.com ya.

Salam Asal.



Lanjut Baca Terus >>>

Sunday, March 13, 2016

[Puisi] Aku Suka Melakukannya

Aku suka melakukannya
Menyusuri jalanan dengan kaki terkapar
Mencari-cari wangimu di balik kerumunan
Mengendus jejakmu yang makin samar

Aku suka melakukannya
Membangkitkan zombie-zombie kenangan dari alam kubur
Memasrahkan diri diterkam oleh mereka

Aku suka melakukannya
Melakukan napak tilas
Menjadikan bayanganmu sebagai kompas
Merengkuhmu dalam ketiadaan

Aku suka melakukannya
Menghabisi atap kampusmu dengan tatapanku
Menertawakan aroma tubuhku yang beringsut menjumpaimu
Mengutuk kepolosanku yang bagai tetes embun pertama

Atap kampusmu adalah saksi bisu berbagai kisah
Kisah dimana pelukanku dan pelukanmu membuat Cupid mati cemburu
Kisah dimana keningmu adalah ladang yang menanti gerimis ciumanku
Kisah dimana tautan jari kita menuai caci kenikmatan

Oh, aku paling suka melakukan yang ini
Melirik akun media sosialmu
Bertaruh dengan gerobak tukang sate
“Dia juga merindukanku!”

Sialnya, kekalahanku seterang gerhana matahari
Aku KO terkena hook pelukan mesramu dengan pria lain

Keseharianmu adalah oase bagiku
Oase yang membuatku kehausan
Oase yang mengirimkan imaji fatamorgana
Oase terkutuk yang membuatku sakaw

Karena itu, aku suka melakukannya
Mengingat kejahatanmu
Meludahi pengkhianatanmu
Menginjak-injak cairan masa lalumu
Yang melekat bagai parasit

Ah, ini bukan apa-apa
Bukan benci
Aku hanya suka melakukannya
Merasakan tikaman-tikaman tersebut lagi dan lagi
Memenuhi hatiku dengan hormon penderitaan
Lalu tertawa bagai bekantan

Aku hanya suka melakukannya
Sama halnya
Aku masih suka kamu

Sebagai bunga inspirasi

***

Udah lama banget gak nulis beginian lagi. Gara-gara baca Supernova jadi ketularan, deh. Semoga, ke depannya bakal ngepost fiksi dan artikel lagi. Doakan saja, ya.

Kamu pernah teringat mantan juga? Berbagi cerita dong di kolom komentar. Kritik dan saran untuk puisinya juga sangat dinantikan.

Salam Asal!
Lanjut Baca Terus >>>

Monday, November 16, 2015

Ketika Sial Jatuh Cinta Padaku



Pernah gak kamu ngerasain kesialan yang beruntun?

Aku baru saja mengalaminya.

Semua bermula ketika aku membeli sebuah hape baru. Bukan, ini bukan pamer. Seriusan. Hape yang lama terlalu sering error dan batrenya cepat habis, makanya aku membeli yang baru. Itu batre udah kayak isi dompet aja, cepat habis. Kalau stok cinta kamu cepat habis juga, gak?

Oke, skip. Jangan baper.

Aku beli hape Meizu M2 Note. Ini juga bukan pamer. Kali aja ada yang nyasar ke artikel ini dengan keyword, Pengalaman menggunakan Meizu M2 Note. Namanya juga usaha memperbanyak view.

Hape yang baru ini memang sudah dilengkapi dengan 4G, tapi awalnya aku gak yakin kalau kartu seperti Bolt atau Smartfren bisa masuk di hape ini. Setelah googling dan keluar masuk berbagai forum, aku akhirnya mendapat trik gimana caranya supaya kartu tersebut masuk di hape.



Dengan semangat ’45 aku membeli sebuah kartu BOLT. Mbak SPGnya sihh bilang kalau kartu ini gak bisa dipake di hape lain, cuma hape BOL*T doang. Hih, dia gak tau aja kalo aku udah jadi jagoan utak-atik hape. Jadi, aku  keukeuh untuk membelinya. Si mbak mengalah dong, namanya dia pengen dapet duit. Harga kartunya cukup mahal, 135 ribu tapi udah dapat paket kuota 8 gb untuk sebulan. Lumayan lah.

Sesampainya di rumah, aku langsung mencoba mempraktekkan teknik dari forum tadi.

Dan taraaaaa.....

Tidak berhasil saudara-saudara. Sinyal tak bisa ditemukan. Aku mulai frustrasi. Hape dibongkar pasang berkali-kali. Teknik dari forum juga diulang terus-menerus. Hasilnya, malah pengen ngunyah SPGnya. Di dada.

Eh, bukan ngunyah sih itu. Pokoknya itulah.

Bangke. Rugi 135 ribu. Trik biadab. PHP. KZL banget.

Jadilah hape itu menganggur dari kegiatan internetan seharian. Hape keren tapi gak bisa internetan, menyedihkan banget.

Besoknya, aku memutuskan untuk langsung membeli modem BOLT. Harganya juga gak murah, 400 ribu. Tapi, demi bisa merasakan kencangnya internet 4G, aku membelinya. Sama kayak ketika pertama kali berduaan sama pacar di kos-kosan, pengen merasakan kencangnya pacar.

Kencang apaan, tuh?

Kencang goreng. Dasar ngeres.

Ketika ngetes di counter, kecepatannya mencapai 15Mbps. Lumayan deh. Bisa donlod bokep dengan cepat. Modem pun segera berpindah tangan. Dan dompetku menipis lagi.

Sesampainya di rumah, aku langsung menghidupkan modem tersebut.

Taraaaaaa....

Ternyata sinyalnya juga gak dapet. Bangke anoa. Ini maksudnya apa? Aku coba jalan-jalan ke depan rumah untuk mencari sinyal. Begitu keluar pagar, sinyal langsung full. Aku nyoba masuk ke dalam lagi, sinyal hilang.

Demi kutu-kutu di planet Mars.

Sialan. Masa batas sinyalnya ada di depan pagar? Kampret banget. Masa kudu internetan di luar pagar seharian? Digigit nyamuk dong. Udah cukup deh jadi obat nyamuk di kampus.

Eh, tapi jangan-jangan....

Aku segera mengambil kartu yang kubeli kemarin, memasangnya di hape, menanti dengan sabar di luar pagar, dan eng-ing-eng.

Sinyal 4G nya langsung dapat.

Jadi, ini semua masalah rumahku yang gak dialiri sinyal BOLT? Kampret. Jadi, ngapain aku beli modem ini ? Arggghhhh. Rugi banyak banget. Mana gak bisa dipake di dalam rumah lagi. Sialan. Parah parah parah.



Jadi pengen nabok bibir SPG yang bilang kalau sinyal BOLT udah ada di seluruh kota Medan. Seluruh kota Medan gigik kau sariawan. Jadi, rumahku bukan termasuk kota Medan? Udah lebih paten kau daripada Walikota Medan?

Aku segera menawarkan modem BOLT tersebut ke media sosial dan toko jual beli. Tapi, sampai beberapa hari modem tersebut gak laku. Aku cuma bisa mengelus dada dan dompet.

Besok aku kudu makan apa, Yawlah?

Sekitar 3 hari kemudian, aku ikut kegiatan Inaugurasi fakultas. Acaranya diadakan di Sibolangit. Lumayan deh bisa liburan sebentar sambil foto-foto. Setidaknya ini hape baru ada fungsinya.

Acaranya berlangsung kayak biasa. Ngospek junior, disuruh main ini itu, melaksanakan jurit malam, bikin mereka nangis karena mendengar motivasi tentang orangtua. Ya gitu-gitu deh. Aku sendiri karena gak termasuk dalam kepanitiaan, cuma berperan ketika ibadah Kristen. Alim banget deh pokoknya pas disana. Semoga ada junior yang kepincut.

Hari ke-3, kami bersiap-siap untuk pulang. Aku pun bersiap-siap untuk mandi. Tapi, sebelum mandi, aku ngecas hape di tempat biasa. Kemudian, ku tinggal gitu aja. Soalnya, selama dua hari kemarin, aman-aman aja kok.

Tapi, mungkin emang dasar nasib sial lagi berpihak kepadaku. Begitu aku balik, hapenya udah raib. Yang tersisa cuma chargernya doang. Baik banget deh ini maling. Ninggalin kenang-kenangan.

Aku tanya ke temen-temen kalau ada yang minjem, ternyata gak ada. Penggeledahan dilakukan. Hape tetap gak ditemukan.

Aku udah gak bisa berkata apa-apa lagi. Cuma bisa termenung. Anjrit, hape seharga dua juta ilang dalam seminggu pemakaian. Mana duitnya pake hasil keringat sendiri. Acara itu berakhir dengan sebuah kesedihan bagiku.

Sedih karena foto-foto baru di hape hilang gitu aja.

Sedih karena kontak dan data-data penting belum di sinkronkan.

Sedih karena memory card ilang. Yang artinya, koleksi lagu dan bokep gua ilang.
Menang banyak banget dah itu maling.

Diawali dengan masalah kartu, kemudian modem, lalu hape hilang. Apa semua kesialan ini gara-gara hapenya? Sial.

Alhasil, selama sebulan ini aku gak make smartphone sama sekali. Absen dari dunia sosial. Awalnya sih susah banget. Masih sering kepikiran. Kalau mau ngecek media sosial, kudu minjem hape temen. Ngecek email kudu buka laptop dan sambung ke modem. Btw, modemnya jadi banyak yang tertarik untuk membeli setelah hapenya hilang. Kayaknya emang beneran bawa sial deh itu hape.

Kerjaanku di rumah cuma mandangin charger hape sama kotak hape. Galau banget. Lebih sakit kehilangan hape daripada kehilangan pacar. Serius.

Apalagi temen-temenku pada kampret semua. Tiap hari taunya cuma,

“Eh, gimana hapemu?”
“eh, katanya hapemu hilang ya?”
“Eh, bagi pin bbm dong.”

Dasar kawat gigi suneo. Itu sama aja kayak nanyain gimana keadaanmu setelah mantan nikah sama sahabat sendiri. Sakit, Nyet. Banget.

Tapi, kehilangan selalu mengajarkan sesuatu. Sejak kehilangan hape aku jadi lebih sering merhatiin dunia sekitar. Lebih asik ngobrol dengan temen. Meski kadang, ada satu momen dimana mereka semua asik dengan hape masing-masing, dan aku cuma bisa nyabutin bulu tangan.

Aku memang udah berencana untuk membeli hape baru. Tapi, aku masih trauma. Takut hal yang sama bakal keulang lagi. Lagian, aku udah nyaman dengan kondisi tanpa hape seperti sekarang ini. Tapi, yang paling penting, aku belum ada duit.

Kalau mau donasi, boleh banget loh. Bikin aja #KoinForZega

Kondisinya sama seperti aku yang nyaman menjadi jomblo. Takut semua sakit hati bakal terulang. Dan terlebih lagi, aku gak ada duit untuk bayarin cewek. Hahaha.
Semoga nanti aku diberi limpahan rejeki lagi. Semoga nanti aku diberi jodoh yang sesuai dengan kebutuhanku.

Amin.

Ada yang pernah ngalamin kisah sial kayak aku juga? Share dong di kotak komentar. Supaya kita saling berbagi kesialan.

Makasih udah membaca curhatan gak penting ini.


Salam Asal
Lanjut Baca Terus >>>

Monday, September 7, 2015

Kisah Mengharukan

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada mereka yang saling bertegur sapa dalam tukaran pandang malu-malu.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat mereka yang melaksanakan kencan pertama di bawah air mata sang langit.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat mereka saling mengucapkan kata cinta dengan wajah bersemu merah.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat rajutan cinta perlahan terurai oleh ego seteguh karang.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat mereka yang dulunya menatap penuh malu, sekarang berlagak tidak kenal.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat mereka yang disiksa rindu, namun enggan mengalah.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat sebutir kisah cinta yang menguap kembali pada Sang Khalik.

Tidak. Tidak ada yang lebih mengharukan.



Posted via Blogaway


Lanjut Baca Terus >>>

Tuesday, August 11, 2015

[KONSULTASAL] Digital Love


Hai..hai...hai.

Sesi curhat-curhatan masih berlanjut, loh. Masih ada pasien khilaf ternyata. Kalau kebetulan kamu khilaf juga, silakan kirim curhatan ke azeegha@gmail.com ya.

Oke. Penasaran gimana curhatan kali ini? Simak baik-baik dan berikan saran juga nantinya di kolom komentar ya. 

Oke gini ya.. panggil saja namaku Jeni. Aku punya temen, sebut saja temenku namanya Ita. Nah, si Ita ini facebookers banget. Dia juga sering LDRan ama cowok-cowok yang dia kenal dari fb.

Sekarang dia lagi dapet masalah. Dia fall in love sama cowok, sebut aja Hari.
Hari ini umurnya 9 tahun lebih tua dari Ita. Hari juga ngaku kalo dia juga naksir Ita. Tapi mereka cuma kakak adekan karena si Hari udah punya calon istri dan tahun depan bakal nikah. Dan gilanya kemaren, si Hari minta Ita buat nungguin dan si Ita bakal dijadiin istri kedua. Gila gak tuh!!

Si Ita berusaha buat enggak mau jadi istri kedua dengan curhat ke aku dan minta aku buat ngomelin dia kalo dia komen-komenan mesra sama Hari.
Akhirnya kalo dia komen-komenan ama Hari aku bakal muncul terus gangguin dia.
Tapi aku malah diomelin. Karena aku sebel, akhirnya aku bales semua chatnya dengan cuek. 

Menurutmu gimana?
Bener gak aku nyuekin dia? Kalo gak bener aku harus gimana?

Hmm. Sepertinya ini bakal jadi curhatan tersingkat di segmen KONSULTASAL. Tapi, masalahnya tetep aja rumit. Menurutku sih ya,  Ita udah terkena penyakit digital love. Sampe sering banget menjalin LDR dengan cowok yang dikenal lewat FB. Wow. Kalo semua orang berpikiran seperti Ita, jumlah jones bakal berkurang drastis. 

Dengan jumlah temen yang mencapai ribuan orang di FB, aku bisa gonta-ganti pacar tiap hari kalau mengikuti teknik Ita. Rekor. Entah kenapa temenku bisa sampai ribuan di FB. Padahal gak kenal semua juga. Obsesi jaman SMA. Abaikan sajalah.

Cinta emang gak mandang usia, sih. Tapi, ya gak harus jatuh cinta sama orang yang lebih tua 9 tahun dan udah mau nikah juga kalee. Atau jangan-jangan Ita terpincut dengan foto profilnya yang sama sekali gak keliatan lebih tua 9 tahun?

“Dia gak tua kok. Dia dewasa.”

Mungkin Ita bakal ngejawab gitu. Saking terlihat dewasanya, Ita rela dijadiin istri kedua. Setdah. Tapi, ya kalo Ita mau, silakan aja sih. Threesome itu seru. Aku dengan senang hati akan menyutradarai adegan threesome kalian.

Btw, aku mau nanya sesuatu. Kamu sama Ita berantemnya di dunia nyata apa di dunia maya doang? Kalau di dunia nyata, ya mungkin kamu bisa jelasin baik-baik sama dia kerugian apa yang bakal dia dapet kalau dimadu. Bisa aja dia bukan dijadiin istri, malah dijadiin TKW.

Tapiiii. Kalau kalian berantemnya cuma di dunia maya, gimana ya. Gak semua yang ada di dunia maya itu harus diseriusin. Aku malah nganggepnya kok ini kekanakan banget. Cuek-cuekan di dunia maya. 

Aku bayanginnya, Ita ngirim chat, 

“Akuuu mau curhat nih. Jadi bla bla bla....”

Trus kamu balas.

“Oh.”
Atau malah di read doang.

Lebih mirip pasangan yang sedang berantem. Hahaha. 

Kalo masalah salah bener, ya gak salah-salah juga sih. kan dia yang minta kamu untuk ngomelin dia kalo lagi komen mesra sama Hari. Masa dia ngambek gegara permintaannya sendiri? Aneh itu.

Ibaratnya kayak gini,
Ada tukang sate lewat depan rumah. Aroma bawang goreng dan kuahnya terlalu menggoda untuk dilewatkan.
“Bang. Sate seporsi ya. Bawang gorengnya dibanyakin. Kerupuknya juga.”
Sate pun disajikan.
“Loh. Kok abang malah ngasih sate? Aku kan mesennya Indomi. Gak peka banget sih jadi cowok. Pokoknya aku gak mau makan.”
“Jadi, ini satenya siapa yang bayar, Neng?
“Bodo amat.”

Kayak gitu deh gambarannya kira-kira. Dia marah-marah karena permintaannya dituruti. Lebih baik, kamu omongin aja baik-baik dengan dia. Atau kirim personal chat. Masa hubungan pertemanan jadi renggang gegara cowok yang usianya udah tuwir?
Kalo dia malah balik ngomelin kamu, bilang aja gini, 

“Oi nyet. Kan elu yang minta supaya diomelin kalo komen mesra sama si Hari. Malah balik nyalahin. Pengen di creambath pake semen ya? Piknih gih ke Mars.”

Semoga pemikiran kamu tercerahkan. Dan satu lagi, jangan terlalu serius di dunia maya ya. Hehehe. 

Buat kamu-kamu, bantuin dia juga dong. Kasih masukan gimana dia harus bersikap. Apakah tindakannya salah atau bener? Silakan kasih saran di kotak komentar. Jangan lupa juga untuk menyebarkan artikel ini ke media sosial yang kamu punya, supaya temen-temen yang lain tau. Jangan ragu untuk kirim curhatan kamu ke azeegha@gmail.com ya. 

Sekian KONSULTASAL kali ini. 

Salam Asal.

Lanjut Baca Terus >>>

Thursday, July 16, 2015

[KONSULTASAL] Cowok Banyak Mau



Hai hai.. KONSULTASAL datang lagi untuk memberi saran-saran gokil untuk kamu yang lagi bingung, galau, dan pengen bunuh diri. Kasus kali ini dari seorang cewek yang bernama Bintang. Untunglah, pasienku sejauh ini masih cewek. Lebih semangat ngasih sarannya.


Silakan disimak curhatannya....
Pemisi gua boleh konsultasi kan bang heheh ? Makasih ya, soalnya gua gatau mau curhat ke siapa. Ok kita mulai. Nama gua disamarin jadi Bintang  aja wkwk.  Gua suka sama teman sekelas gua. Awalnya dari chat, terus dia ngajak telponan, dan sekarang kita berdua jadi suka skype-an gitu. Ga pernah absen tiap hari deh. Uda 3 tahun deh komunikasi kayak gini. Dia selalu cariin gua, kalo gua misalnya lagi liburan gitu atau kemana gitu yaa ,dia pasti merasa sepi gitu, pengen banget ngomong sama gua. Pokoknya gitu deh.
Dia juga selalu ada buat gua, senang maupun susah deh. Saling bantu kerjain tugas, inilah itulah. Tiap gua nangis dia sering ikutan sedih hiburin gua dengan nyanyian dia , terus kata dia kalo dia ada disana dia pengen peluk gua, terus apalagi kalo gua nangis karena dia, dia bakal nangis minta maaf gitu. Pokoknya selalu ada buat gua.
Dia juga kadang flirt gua manggil gua beb dan panggilan yang sejenisnya dan ga tau malu deh manggilnya. Dia juga sering muji gua padahal menurut gua, gua ga hebat. Selalu dia yang hubungi gua duluan, dan itu uda jadi kebiasaan sampai sekarang. Dia juga sering bilang, kalo gak denger kabar dari gua sehari aja dia tuh resah banget. Dia juga sering cerita tentang keluarganya, hobi, masa depannya, kesedihannya dan  banyak deh. Tapi dia ga sibuk cerita sendiri, dia sering banget kepo banget soal gua. Soal pendapat gua apapun itu. Dia juga pernah ngajak gua kuliah bareng, terserah deh dimana  asal ada yang nemenin gitu deh.
Dia pernah beberapa kali nanya gua suka sama siapa. Ga mungkin gua bilang  gua suka sama dia. Malu hehe. Jadi gua bilang kapan-kapan deh gua kasih tau.Suatu hari gua nanyain ke dia, “Kamu suka siapa?”. Dia malu-malu banget jawabnya. Tapi dia jawab, “Kamu”. Tapi itu bukan berarti dia nembak gua. Dia malah bilang gini ke gua, “Aku tu ga pantes buat kamu , aku tuh jelek, bodoh.” Gitu deh (pokoknya rendahin diri sendiri).” Kamu mana mau sama aku yang kayak gini, kamu baik sama aku, tapi aku ga bisa balas apapun dari kamu.
Terus gua bilang, “Kamu ga sejelek itu kok, kamu baik.” Tapi dia masih merasa ga pantas buat gua. Dia juga tanyain gua gimana sih cowok idaman gua, ya gua bilang yang baik aja cukup kok .
Terus suatu hari dia nanyain ke gua,” Kalo aku nembak kamu, kamu nerima kaga?”
Gua gantungi tuh jawaban 2 minggu hehe , gua mau liat reaksinya gitu. Dia terus mohon ama gua buat jawab. Akhirnya gua jawab,” iya”. Dia bilang, “Kenapa kamu mau nerima aku? aku kan orang yang ga baik, ga pantas buat kamu. Kamu itu terlalu baik. Aku ini bukan apa-apa. Kamu bukan nerima karena kasihan samaku kan?  Mending cari yang lain aja, yang lebih pantas.”
Terus gua ga jawab kenapa, gua bilang, “kapan-kapan deh aku jawab ya.”
Teman-teman sekelas juga ngira kami uda pacaran karena tiap dikelas dia hobi banget ajak aku ngomong. Ntah ngejek lah, ajak ngomong game lah, tentang pelajaran lah.. ya gitu deh. Kayaknya hampir sekelas kira kami pacaran deh.. padahal aslinya kagak..
Gua tau, sikapnya itu uda kayak pacaran sama gua. Gua takut kalo gua bilang suka sama dia, dia tolak karena dia ga pantas buat gua. Yang bikin gua sedih nih dia kadang bilang "Kalo kamu uda punya pacar, konsultasi aja ke aku.""Misalnya pacar kamu sakit, kamu harus blabla." Sakit banget denger dia ngomong gitu.
Atau dia bilang, "Kalo aku uda punya pacar nanti aku bakalan ngelakuin ini itu." Gua ga ngerti , dia suka gua tapi dia kayak ga mau pacaran sama gua. Gua sayang banget sama dia . Dia juga pernah bilang, “kalo kamu uda gak mau komunikasi lagi sama aku, bilang ya, walau mungkin gua bakal sedih banget sampai lama banget.”Dia juga bilang,” kalo ga ada kamu tuh rasanya hampa banget.”  Mau dia apa coba? Gua sedih banget, gua kudu ngapain coba?
Apa dia suka sama gua tapi gak pengen pacaran sama gua? Apa dia anggap gua cuma saudara?? Apa dia terlalu nganggap gua punya selera yang tinggi. Atau apaa??? T_T   Mau dia apa??
Tolong gua yaa bang.. sedih gua nih walau tiap hari kami tuh deket banget tapi kayak gini.
Terimakasih :"v

Hai Bintang. Rada rumit ya kisah kamu ini. Eumm. Btw, kalian udah ngejalanin hubungan gak jelas ini selama 3 tahun. Itu mulainya dari kelas satu dong ya? Lama bener. Tapi, aku kok rada gimana gitu ya sama gebetan kamu itu. Namanya kita bikin aja Aim. Aim the man who can’t be moved.


Kalian satu kelas kan nih? Berarti kalian masih dalam daerah yang sama. Enggak terpisah pulau, ataupun terpisah agama. Tsaahh.


Nah, kenapa kalau kamu lagi sedih, Aim gak langsung datang aja ke rumah terus ngehibur? Kenapa malah membuat pengandaian? Kenapa cuma ngehibur lewat dunia maya? Si Aim belum baca tulisanku tentang cowok romantis nih kayaknya.


Terus si Aim ini kok gak jelas banget jadi cowok. Udah diterima, malah pengen supaya gak diterima. Biasanya nih ya, alasan “kamu terlalu baik buat aku” itu dipakai untuk nolak atau mutusin orang. Lah ini, dipake supaya cintanya gak diterima. Aku jadi pengen nonjok ini cowok. Bawaannya kok kesel ya. Hahaha. Kesannya gak tau terimakasih gitu.

Ada jutaan cowok di belahan dunia ini yang pengen diterima jadi pacar dan menghapuskan status jomblo. Ini si kampret malah pengen gak diterima. Sok banget. Pake menjelekkan diri sendiri lagi.


Kayaknya sih dia termasuk tipe yang melankolis. Tipe kayak gini nih sukanya pura-pura kesakitan supaya dikasihani. Tapi dia bilangnya gak mau dikasihani. Rada-rada munafik gitu sih. Jadi misalnya dia sakit hati, dia bisa membentuk alasan dalam dirinya kalau kamu yang menyebabkan dia sakit hati. Padahal kesalahan dia sendiri -_-
Di bibir dia bilang, “Da aku mah apa atuh. Cuma celana dalam superman.”
Dalam hati, “Ayo dong puji aku sebagai supermannya.”


Kalo kamu muji dia sebagai supermannya, dia gak akan nerima dan berkeras ingin menjadi celana dalam superman. Gitu aja terus sampai superman gak make celana dalam.


Saranku sih kamu aja yang nembak dia. Bilang kalau kamu emang tulus sayang sama dia. Ini sekaligus menyentil egonya sebagai cowok. Karena kan “harusnya” yang nembak itu cowok.


Kalo dia masih banyak alesan juga, ya sudah. Berarti dia emang bukan seorang pejuang. Di awal aja gak ada perjuangan, apalagi nanti kalau udah pacaran. Cinta memang bukan melulu soal perjuangan. Karena yang berjuang juga seringkali disakiti. 


Tapi, lebih baik gagal dalam perjuangan ketimbang duduk diam menanti.


Itu aja saran yang bisa kuberikan ke kamu. Yang lain yuk kasih saran ke Bintang juga, biar dia tau gimana harus menyikapi tingkah Aim.


Kamu-kamu pernah ngalamin kisah kayak gini juga? Yuk share di kotak komentar. Jangan lupa juga klik tombol “share” di bawah ini, bagikan artikel ini ke sosial media yang kamu punya supaya yang lain bisa baca. Kalau ada yang pengen ikutan segmen KONSULTASAL, jangan ragu kirim curhatan kamu ke azeegha@gmail.com dengan subjek KONSULTASAL. 


Sekian artikel hari ini.


Salam Asal.

Lanjut Baca Terus >>>

Wednesday, June 17, 2015

[KONSULTASAL] Umur bukan Jaminan Kebijaksanaan Cinta



Mengawali bulan puasa, mari kita membantu permasalahan cinta orang lain. Itung-itung nambah pahala. Kali ini, yang curhat adalah seorang cewek. Lagi-lagi. Untunglah belum ada cowok yang berniat curhat ke aku. Fiuh. 

Yuk disimak curhatannya sampai abis. Simak baik-baik ya. Siapkan solusi terbaik versimu.


Hayy.. Selamat siang konsultan cinta, perkenalkan aku Puspa. aku mau curhat neh, boleh yahh.. aku enggak tahu harus memulainya dari mana.. yang jelas semenjak Juni tahun lalu aku bertemu dengan cowok, sebut saja namanya Irul Dia sangat tampan menurutku, untuk seumurannya dia terlihat muda dan keren,okkeh lanjut, sejak Mei lalu aku mulai berkomunikasi dengan abang Irul. Iya, aku biasa panggil dia abang. Sebelumnya aku udah kenal, dua tahun lalu, cuman sekedar kenal saja, tanpa deket dan bahkan enggak pernah berkomunikasi. Tapi sejak Mei 2014 lalu, tiba-tiba kami mulai berkomunikasi. Awalnya dia nge add FB dan memfollow twitter ku. Aku kaget. Dalam hati bertanya-tanya, ada apa tiba-tiba abang Irul pengen sekali berteman.. wkwkwk sedikit rasa percaya diri dan kasmaran,, padahal itu hal yg wajar dan biasa saja yah. Aneh. 

Sejak itu kami mulai berkomunikasi, sampe tukeran PIN BB. Ketika Mei itu dia masih di Bima, masih di kampungnya. Sedangkan aku masih di Malang. Dia udah lulus kuliah sejak akhir 2013 lalu jurusan teknik lingkungan di ITN Malang, sedangkan aku masih menyusun skripsiku.. Okeh lanjut.. ketika bulan Juni dia memutuskan ke Malang untuk mencari kerja. Setiap hari BBMan terus sama aku, sampe tiba saatnya dia nyampe malang. Ketika itu aku lagi sibuk-sibuknya menjadi salah satu panitia kegiatan kampusku, dan aku pulang malam. Dia memberitahuku kalo dia sudah sampai di kos adeknya. Adeknya namanya Fitrah. 

Fitrah emang udah deket sama aku, tiap hari aku cuciin bajunya Fitrah, Fitrah udah aku anggap sebagai adek sendiri.. Setelah itu, untuk yang pertama kalinya aku bersalaman dengannya. Untuk yang pertama kalinya aku melihatnya dengan jarak yang begituu dekat. Jantung mulai berdegup kencang. Perasaan hati gak karuan. Tuhaaannn...apa yg terjadi?? Malamnya aku enggak bisa tidur. Kepikiran dia terussss... Baiklah, mungkin singkat2 saja. Kalo menceritakan hal-hal di antara kami memang gak akan pernah ada habisnya.. wkwkwkkwkw...`Langsung ke intinya saja.

Konsultan cinta, aku mencintai abang Irul. Aku mencintainya lebih dari makna cinta yang sesungguhnya.  Aku mungkin gak menafsirkan apa itu cinta. Yang jelas, aku hanya ingin melihatnya bahagia. Juni-Juli kami berdua selalu bersama. ketika itu bulan Ramadhan.. aku tinggal satu atap dengannya, tiap hari aku masak, masakin makanan kesukaannya.. Jam dua pagi aku sudah bangun untuk memasak sahur, dan jam dua sore aku udah ke pasar membeli sayur untuk kami berbuka.. Keadaan terus berlalu, tiap hari kami bercanda seperti layaknya orang pacaran.. Kemana-mana selalu bersama.. selain memasak aku juga mencuci dan menyetrika pakaiannya.. Sejak bulan Juni itu sampai sekarang maret 2015 masih seperti itu kegiatanku.. 

Konsultan cinta..abang Irul mengenalkanku ke teman-temannya, setiap keluar dan malam mingguan kami selalu bersama. Pokoknya kemana-mana kami selalu bersama.. Tapii.. aku hanya dianggap adik. Dan aku gak pernah menanyakan kejelasan hubungan kami.. karna dengan dekat seperti ini saja membuatku bahagia. Maka pikirku status sudah tak lagi penting.. Tapi tetep saja ketika dia tidak memprioritaskan aku, aku selalu merasa sakit. Apalagi ketika dia mencoba untuk menceritakan cewek lain di depan aku. Itu nyesek bangetttt. Aku sering sekali nangis dan teriak ketika lagi sendiri di kamar. 

Pertanyaanku, bagaimana menurutmu?? Aku harus bertahan atau berhenti untuk mencintainya dengan menjauhinya??? atau bagaimana?? kalo untuk perasaan abang Irul ke aku,  aku enggak pernah tahu perasaannya gimana. Yang jelas, dari perhatian dan sikap pedulinya yang luar biasa membuatku selalu yakin untuk tetep bertahan..Tapi tetep saja aku merasa sakit, karna aku enggak bisa menuntut apapun darinya..  Mungkin itu saja konsultan cintaaa.. terimakasih. Ditunggu balasannya..



Duh. Dipanggil konsultan cinta kok rasanya risih ya. Hahaha. Panggil Zega aja lain kali, kak.

Ekhm. Jujur, aku sedih banget baca curhatan kali ini. Seriusan. Perasaan Kak Puspa udah dalem banget kayaknya. Tapi, cuma dianggap adik doang. Ya ampun, kakak-adik zone lagi. Sudah berapa korban percintaan model begini. Gak heran acara motivasi cinta selalu ditunggu. Aku mau bikin usulan lembaga baru kepada Pak Jokowi. Nama lembaganya KUA. Kantor Urusan Asmara.

Ini perlu banget untuk didirikan. Soalnya kasus asmara belakangan ini naik tajam. Lebih tajam daripada melemahnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika.
Curhatan tentang kakak-adik zone udah banyak banget deh kayaknya disini. Seperti cerita Rini. Atau seperti curhatan Nisa

Aku kira kisah kayak gini cuma dialami oleh remaja. Ternyata yang udah memasuki kepala dua pun mengalaminya. Duh, Kak.

Seharusnya kakak sudah bisa berpikir lebih jernih. Sudah bisa berpikir, kalau cinta itu butuh usaha kedua belah pihak. Apalagi, kakak sudah sampe tinggal satu atap dengan Bang Irul. Selalu masakin, nyuciin baju. Enak banget nih Bang Irul. Aku juga pengen deh dicintai seperti ini. Btw, kakak udah sampe tinggal satu atap gitu, menurutku butuh keberanian yang luar biasa. Gak takut dengan pandangan masyarakat, Kak?

Tapi, ya gitu. Kebanyakan orang emang gak bisa menyadari mutiara di hadapannya. Kak Puspa itu jiwa keibuannya tinggi banget menurutku. Tapi, bang Irul bersikap seolah-olah perlakuan kakak itu hal yang wajar. Looks like he took you for granted.

Sekarang udah mau memasuki bulan puasa. Sudah hampir setahun kakak dekat dengan Bang Irul, tapi tetep gak ada kepastian. Lebih baik kakak tanyakan kejelasan hubungan kakak dengan Bang Irul. Mungkin selama ini dia cuma malu mengakuinya. Walaupun nanti dia tidak memiliki perasaan yang sama seperti kakak, ya life must go on.

Kakak harus bisa melupakannya dan membuka hati untuk yang baru. Karena, sejatinya cinta itu tidak pernah hilang, Kak. Cinta hanya pindah. Pindah ke tempat yang lebih menghargai.

Melihatnya bahagia mungkin cukup bagi kakak. Menjalani hubungan seperti sekarang, asalkan bahagia mungkin cukup bagi kakak. Tapi pertanyaannya, sampai kapan, Kak?
Sampai kapan hubungan jenis ini akan bertahan? Apakah kakak yakin tidak akan terganti dengan cewek lain? Apakah kakak mau mencintai terus tanpa mengharap balasan? Apakah kakak yakin kebahagiaan ini akan berlangsung selamanya? Yang udah ada status aja bisa terganti dengan mudah loh. Apalagi yang gak ada status. Bang Irul pasti bisa aja melakukannya tanpa beban. Kan gak ada status.

Kakak juga harus sadar. Mencintai seorang diri itu rasanya menyakitkan. Kalau Bang Irul tidak bisa memberi kepastian untuk kakak. Berarti dia bukan yang terbaik untuk kakak. Sebenarnya, sesederhana itulah cinta. Kita saja yang sering membuatnya seolah-olah rumit bagai formula senjata nuklir.

Itulah saran yang bisa kuberi untuk kakak. Semoga pikiran kakak terbuka. Semoga kali ini kakak juga memandang cinta dari sudut rasional, bukan emosional semata. Karena rasional dan emosional bagaikan yin dan yang. Butuh keduanya untuk mencapai keseimbangan.

Kamu-kamu yang abis baca curhatan Kak Puspa, yuk beri masukan dan dukungan juga. Supaya kak Puspa bisa memperoleh jalan keluar terbaik.

Kalau ada yang pengen curhat di segmen KONSULTASAL juga, silakan kirim curhatanmu ke email azeegha@gmail.com dengan subjek KONSULTASAL.

Sekian KONSULTASAL kali ini.

Salam Asal


Lanjut Baca Terus >>>