Thursday, December 17, 2015

Pengusaha Muda

Setelah bersedih-sedih karena hape hilang di cerita yang ini, aku akhirnya bisa move on dan membeli hape baru. Setelah kehilangan tersebut, rejeki ada aja jalannya. Tinggal jodoh aja yang belum kelihatan jalannya. Terjebak macet mungkin.

Sebagai anak kekinian, aku kepengen hape ini dilengkapi dengan berbagai aksesoris. Kayak handsfree, tongsis, backcase. Hape juga kudu cakep sekarang.

Masalah lainnya adalah aku bingung mau beli dimana. Mau beli di online shop, mahal banget ongkirnya. Mau beli di toko biasa, jauh. Males. Penyakit anak muda jaman sekarang emang banyak banget.

Aku akhirnya nyari-nyari di sekitar kampus, kali aja ada kang penjual aksesoris hape yang nongkrong di depan kampus. Satu yang gak berubah dari dunia pendidikan kita adalah, dimana ada pelajar, disitu ada penjual. Penjual makanan, pakaian, fotocopy. Semuanya bertebaran. Setidaknya, ada satu titik dari masa kecil yang bisa selalu kita kenang.

Jadi galau.

Btw, aku akhirnya nemu satu orang penjual aksesoris hp. Dan ternyata penjualnya temenku sendiri, satu kampus, satu fakultas, satu jurusan, dan satu jenis kelamin pula. Jangan-jangan kami jodoh.



Fotonya formal, cuy. Pengusaha


Oke, lupakan fantasi aneh itu.

Nama temenku ini Iwan. Setahuku, dia gak jualan aksesoris hape. Dulunya dia jualan kamera-kamera tersembunyi gitu. Kayak jam tangan berkamera, kacamata berkamera, pulpen berkamera. Pasti dia sering gunain untuk ngintip cewek mandi di kosannya. Hih.

Gak ngajak-ngajak.

Entah kenapa dia tiba-tiba beralih bisnis dan menjual aksesoris hape. Mungkin lebih menguntungkan. Gak tau juga, deh. Yang penting aku semakin mudah kalau mau beli aksesoris hape.




Pajangan barang-barang


Usut punya usut, Iwan ini ternyata udah menjadi Distributor online shop aksesoris hape serta barang-barang elektronik di Kota Medan, loh. Sadis.

Dia jual semua yang berkaitan dengan barang-barang elektronik. Speaker mini, headset, mouse bluetooth. Lengkap lah pokoknya.

Disaat aku masih jadi mahasiswa malas-malasan, dia udah berbisnis dan ngehasilin duit. Jadi malu.

Sebagai distributor, dia bisa ngasih diskon sampai 25%. Salah satu keuntungan bergaul dengan pengusaha, ya ini. Bisa dapet diskon. Lumayan. Ngirit uang makan.



Ada tongsis imut-imut


Dia juga menawarkan kerjasama dengan kamu-kamu yang mau berbisnis di usia muda. Kamu bisa menjadi reseller untuk barang-barang yang dia jual.

Aksesoris hape yang dijualnya itu kayak, tripod, fish-eye, lazypod, anti-gores, headset, dan masih banyak lagi. Bisnis jualan aksesoris ini juga menguntungkan, loh. Lihat aja di sekeliling kamu, siapa sih yang gak make smartphone di jaman sekarang? Tukang becak aja make. Jadi, kesempatan untuk dapet duit makin besar.

Apalagi dengan diskon sampai 25% yang bisa diberikannya ke kamu. Ongkos kirim barang jadi tertutupi deh dengan diskon tersebut. Keuntungan kamu bakal terjaga bahkan meningkat. Asik banget, kan.



Wireless charger juga tersedia


Tenang aja. Iwan berbisnis secara aman kok. Nggak bakal nipu-nipu. Aku berani jamin. Kualitas barang yang dijualnya juga bagus meskipun murah.

Kalau kamu tertarik untuk berbisnis dengan Iwan atau membeli aksesoris hape dari dia, kamu bisa menghubunginya di....


BBM : 582BE986

Nomor telepon : 085262539253

Alamat :  Jalan Perjuangan No. 134, Medan Pancing.


Kalau mau melihat barang yang dia jual, kamu bisa cek Fans Page FB nya : ONE7TARSHOP | Medan.


Minimal pemesanan barang yang bisa kamu lakukan adalah 10 pcs. Semakin banyak barang yang kamu pesan, semakin besar diskon yang diberikan. Semakin tinggi pula untung yang kamu dapat.



Headset dengan kualitas oke


Aku sendiri udah beli handsfree, lazypod, dan harddisk eksternal dari dia. Dan sampai sekarang masih baik-baik aja.

Teman-teman di kampus sekarang gak perlu lagi pergi jauh-jauh untuk membeli peralatan elektronik. Tinggal chat dengan Iwan, besoknya barang sudah diterima. Kepuasaan pelanggan selalu nomor satu baginya. Dan sampai sekarang, jarang sekali ada yang komplain mengenai kualitas barang yang dijualnya.

Aku pernah ngalamin peristiwa pahit. Beberapa waktu yang lalu, aku membeli flashdisk baru di sebuah toko elektronik. Bukan flashdisk, sih. Lebih tepatnya flashdrive. Penyambung nyawa mahasiswa semester akhir itu ya salahh satunya flashdrive ini. Aku membeli flashdrive 32gb seharga 180 ribu. Bukan harga yang murah. Tapi, demi skripsi dompet harus rela dikuras.

Beberapa hari kemudian, Iwan ngebroadcast harga-harga flashdrive di tokonya. Dan ternyata flashdrive 32gb dijualnya cuma seharga 70 ribu. Bazeng. Rugi 110 ribu. Seharusnya, aku beli sama dia aja. Menghemat 110 ribu itu sama dengan menyelamatkan fungsi perut untuk seminggu ke depan. Tapi, apa mau dikata, nasi udah jadi bubur. Semoga tidak terjadi kepada kalian.

Oh ya, ternyata dia juga masih jualan peralatan mata-mata, kayak kamera tersembunyi gitu, deh. Jadi, kalau ada dari kamu yang bekerja sebagai detektif atau pengen ngerekam tanpa ketahuan seperti kasus Papa Minta Saham, kamu bisa banget ngehubungin dia.

Kesempatan nggak datang dua kali, loh.

Btw, kamu juga punya temen yang udah berwirausaha? Atau malah kamu sendiri yang udah berwirausaha? Cerita dong tentang bisnis kamu atau temenmu di kolom komentar.


Sekian artikel untuk hari ini.


Salam Asal


Lanjut Baca Terus >>>

Monday, December 14, 2015

[Review Lagu] Kura-Kura - Tamma

Masih inget nggak dengan lagu Tuhan Sedang Bercanda,yang pernah aku review disini ? Coba deh dicek lagi artikelnya, dan didenger ulang lagunya. 

Udah inget?

Kata penyanyinya sih, single Tuhan Sedang Bercanda jadi hits setelah kureview disini. Ah ada ada saja. Bisa banget bikin orang geer. Cowok emang pande banget ngegombal. Hih.

Tapi, kalaupun bener, syukur deh. Senang bisa membantu orang lain.

Sekarang, Tamma udah ngeluarin single terbarunya, yang berjudul Kura-Kura. Dan lagi-lagi, karena aku baik hatinya tumpe-tumpe kayak susunya Jupe, aku kembali ngereview lagu tersebut.



Kira-kira kayak gimana ya lagunya? Langsung aja deh kamu cek di bawah ini.





Masih kurang menghayati? Coba sekarang diputer ulang sambil menyanyikan liriknya.


Verse 1

Sudah hentikan gundah
Tentang kisah berdua
Dengar suara hati
Bukan kata-kata mereka

Verse 2

Untuk jalan bersama
Butuh kematangan diri
Sabarlah sejenak
Percayakan semua
Pada sang waktu

Chorus:

Tak baik bila diburu rasa
Cinta bukan ajang adu cepat
Biarlah melaju pelan bagaikan kura-kura
Ku pastikan kita menyentuh garis akhir

Bridge:

Yakinkan ragu ini yang terbaik

Chorus 2X

Gila banget, ya. Dalem.

Jadi, menurut penafsiranku (ini penafsiran bebas, ya. Karena menilai karya seni memang memiliki interpretasi masing-masing), lagu ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang sering bertengkar. Pertengkaran mereka sebenarnya sepele. Salah satu dari mereka kebelet nikah. Sementara yang satu belum siap. Setelah diselidiki, ternyata keinginan untuk kebelet nikah ini bukan keinginan pribadi, tapi tekanan dari banyak pihak di sekeliling mereka.

Maka yang belum siap tadi, berusaha menenangkan hati pasangannya dengan lagu ini. Dia berkata kalau cinta itu bukan perlombaan. Bukan soal siapa yang paling cepat merid, paling cepat kawin, paling cepat keluar. *eh

Tapi, cinta itu adalah proses. Proses untuk saling mengenal, saling menguatkan. Meski lamban, namun mereka akan mencapai garis akhir, kok. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Lihat deh berapa banyak kasus pernikahan dini yang terjadi. Di awal mungkin akan baik-baik saja, tapi makin lama perselisihan nggak tertahankan lagi. Akhirnya cerai deh. Mana udah punya anak lagi. Kan kasihan anaknya. Belum tau apa-apa, udah jadi keluarga broken home. Jadi, lebih baik perlahan tapi pasti, daripada buru-buru tapi bubar jalan.

Asalkan sampe garis akhirnya nggak kelamaan juga. Keburu diambil sama orang lain kalau kelamaan.

Kritik untuk lagu ini. Eummm. Menurut telingaku sih, ya. Masih ada pemaksaan diri di beberapa nada overtune. Jadi, kedengeran menyiksa gitu. Nggak tau deh dengan telinga pendengar lain.

Kritik lain, adalah sampul lagunya. Masalah ini juga pernah kukatakan ke Tamma. Yaitu gak adanya gambar kura-kura di sampul lagu tersebut. Dan alasannya kurang berseni kalau kura-kura dimasukin ke situ. Ya, menurutku, sih bisa diakali. Mungkin bisa dikasih gambar kura-kura kecil lagi makan daun. Kura-kura berupa siluet. Kura-kura lagi kawin.

Atau, sampul yang bergambar sepasang kekasih lagi berpengangan tangan sambil menatap bulan, bisa diedit dengan sepasang kekasih dimana si cowok ngasih kura-kura ke si cewek. Terus kura-kuranya gigit tangan si cewek. Fail.

Gitu sih yang muncul di pemikiran absurdku. Kalau menurut kamu gimana?

Rencananya juga, ntar, kalau aku nikah, aku bakal undang Tamma untuk menyanyikan lagu ini di pernikahanku. Dengan suara ngebass dan adem, alunan melodi pop-jazz, wiihhh, makin dapet deh momennya. Sekalian juga sebagai kode ke calon istri, jangan kebanyakan minta pas masih di awal pernikahan. 

Tenang aja, ntar tanpa diminta, aku bakal beliin berlian kok untuk kamu, supaya kamu gak perlu malu menunjukkan jari manismu. Bakal beliin baju-baju mahal supaya kamu gak perlu kalah gengsi dengan ibu-ibu kompleks. Bakal beliin make up halal supaya wajahmu tetap mempesona. Dan bakal beliin kasur terbaik supaya kamu bisa melayaniku dengan lebih baik. *mikir keras.

Itung-itung sebagai balas jasa, lah karena udah kureview secara sukarela. Muehehehe. *gak mau rugi.

Bentar, ini kok malah curhat ya.

Oke. Fokus.

Lagu ini cocok juga untuk yang jomblo. Nggak usah sedih kalau kamu masih sendiri dalam waktu yang cukup lama. Mereka yang meledek belum tentu lebih bahagia dengan pasangan mereka.

Ahzeg.

Kamu bisa download lagu Kura-Kura dari Tamma disini.

Tamma bilang, 100 orang pertama, bisa mengunduh lagu Kura-Kura secara gratis. Wow. Kapan lagi bisa dapat lagu resmi secara gratis? Buruan unduh.

Sebagai ucapan terima kasih, kamu bisa bantu share link sc nya atau link artikel ini ke media sosial yang kamu punya. Membuat orang hebat terkenal gak ada ruginya kok. Jadiin Dijah Yellow terkenal aja kamu bisa, masa yang terbukti punya karya, gak bisa kamu jadiin terkenal?

Atau kamu juga bisa mengaransemen ulang lagunya, atau membuat cover lagunya. Bebas. Kalau aku cukup pintar dalam bermusik, aku pasti udah ngelakuin itu. Soalnya liriknya terlalu menggoda.

Sayangnya, kemampuan bermusikku cukup jauh. Jauh di bawah rata-rata. Bedain do sama re aja gak bisa. Sedih emang.

Setelah mendengar lagu Kura-Kura, apa yang kamu rasakan, atau apa yang terlintas di benakmu? Share di kotak komentar, ya.

Sekian artikel untuk kali ini.

Salam Asal






Lanjut Baca Terus >>>

Saturday, December 12, 2015

[KONSULTASAL] Cinta Bangun Ruang



Setelah sekian lama vakum, akhirnya KONSULTASAL hadir kembali. Wuhuuuu. *goyang dumang*

Pada kangen nggak dengan sesi curhat-curhatan ini? Kangen, dong pastinya. Kapan lagi kamu bisa dapat kesempatan ngepoin urusan orang lain lagi?
Kali ini, pasien kita bernama Tari (nama samaran). Penasaran gimana masalahnya? Yuk, kepoin.

Aku cerita, ya? Jadi, aku punya 3 temen. Sebut aja Kevin, Ridho, sama Mia. Kevin itu suka sama Mia, tapi Mia sukanya sama Ridho. Ridho sendiri juga suka sama Mia, mereka juga cocok-cocok aja. Tapi, karena Mia dan Ridho belum pacaran, terus Kevin juga deket banget sama Mia, aku bantuin Kevin deketin Mia secara nggak langsung, kayak ngajak Ridho berdua sama aku. Kevin udah ketahuan suka sama Mia, tapi Mia nggak ngasih jawaban sama sekali, cuma bilang, "Oh, betul kan, kata gua? Tebakan gua gak pernah salah." Kevin juga gak pernah nanyain jawaban Mia.

Aku kasihan sama Kevin, makin sering bantu dia bareng Mia. Tapi, aku sendiri suka sama Kevin. Kevin pernah bilang ke aku, "Tari, lo baik banget. Yakin, pasti lo gampang dapetin gebetan." Sambil ketawa dia bilang gitu. Aku sering mikir buat move on, tapi Kevin perhatian sama aku, meski nggak sebesar perhatian Kevin sama Mia. Jadi, aku harus gimana? Tetep bantuin Kevin meski Mia udah suka Ridho, dan aku juga suka sama Kevin?

WOW. WOW. WOW

Cinta segi empat. Selama ini aku pikir cuma ada cinta segitiga. Ternyata ada juga cinta segi empat. Bentar lagi ada cinta segi lima, cinta prisma, cinta trapesium, cinta jajargenjang. Buset. Ini cinta-cintaan sambil belajar bangun ruang. Cinta yang bikin pinter.

Tari, dari kasus kamu ini, kamu bisa belajar kalau menjadi seorang Mak Comblang itu gak segampang reality show boongan di tv. Menjadi Mak Comblang itu harus :

1.     Memastikan dia gak suka dengan klien.
2.     Memastikan hubungan dengan klien berjalan secara profesional.
3.     Memastikan hubungan antara klien, target, dan Mak Comblang sendiri tidak terancam.
Susah, kan?

Mending jadi Mak Erot daripada jadi Mak Comblang. Dapet duit.



Karena itu, kalau menjadi seorang Mak Comblang, apalagi kamu udah mengetahui banyak fakta sebelumnya, lebih baik terus terang aja deh.
Bilang aja ke Kevin kalau sebenarnya, Mia dan Ridho itu saling suka. Jadi, Kevin juga tahu kalau sebenarnya hampir gak ada kemungkinan dia bersama dengan Mia.
Kejujuran yang menyakitkan, lebih baik daripada kebohongan yang melenakan. Karena ketika semuanya terbongkar, cuma sakit hati yang tersisa.

Saranku, lebih baik kamu beritahu Kevin yang sebenarnya. Kalau kamu mempunyai keberanian lebih, kamu juga bisa memberitahu Kevin kalau sebenarnya kamu itu suka sama dia. Things already fucked up, one confession won’t make it worst.
Kamu udah baca Summer Miracle di Webtoon Indonesia belum? Kalau belum, coba deh dibaca. Kasusnya mirip dengan kamu.

Ada kalimat yang menarik di Webtoon itu.
Jatuh cinta yang mengejutkan itu bukanlah ketika kamu diterima oleh orang yang kamu sukain. Tapi, ketika kamu jatuh cinta dengan orang yang sudah kamu anggap teman. Sudah terbiasa dengan kehadirannya. Bahkan menganggap kalau kamu gak akan menyukainya. Tapi, ketika semuanya berbalik, maka jatuh cintamu akan menjadi jatuh sejatuh-jatuhnya.

Siapa tau Kevin lama-lama bakal luluh dengan kamu. Bukan sebagai pelarian, tapi sebagai akhir pencarian. Amin.

Aku bilang gini, sih karena dia pernah bilang ke kamu, “Tari, lo baik banget. Yakin, pasti lo gampang dapetin gebetan." Ini biasanya kata-kata bullshit, sih. Untuk menjaga perasaan lawan bicara. Tapi, bisa juga artinya dia lagi ngodein kamu. Apalagi dia ngomongnya sambil ketawa. Biasanya, itu diartikan supaya lawan bicara nggak menganggap serius ucapannya, padahal dia bilangnya serius.

Ngerti ora?

Jadi, semacam pura-pura gak mau tapi mau gitu, deh. Ribet juga sih sama Kevin. Nanggapin kode cewek nggak sanggup, eh malah ngasih kode. Hih.
Tapi, kalau nantinya dia emang gak ada rasa sama kamu. Ya, mau gimana lagi? Setidaknya mengungkapkan lebih baik daripada memendam. Dengan mengungkapkan kamu udah mempunyai kemajuan, tidak diam di tempat dengan sejuta tanya.

Semoga kamu tercerahkan, Tari.
Buat pembaca yang lain, kasih saran juga dong untuk Tari. Atau kalimat-kalimat yang bisa menjadikan dia mampu melewati masalah percintaan kali ini. Semuanya bisa kamu ungkapkan di kotak komentar.

Sekian KONSULTASAL kali ini. Kalau masih ada pasien yang khilaf curhat ke aku lagi, silakan kirim curhatan kamu ke azeegha@gmail.com dengan Subjek KONSULTASAL. Aku usahakan untuk sesegera mungkin membuat postingan balasan.
Salam Asal.


Lanjut Baca Terus >>>

Monday, November 16, 2015

Ketika Sial Jatuh Cinta Padaku



Pernah gak kamu ngerasain kesialan yang beruntun?

Aku baru saja mengalaminya.

Semua bermula ketika aku membeli sebuah hape baru. Bukan, ini bukan pamer. Seriusan. Hape yang lama terlalu sering error dan batrenya cepat habis, makanya aku membeli yang baru. Itu batre udah kayak isi dompet aja, cepat habis. Kalau stok cinta kamu cepat habis juga, gak?

Oke, skip. Jangan baper.

Aku beli hape Meizu M2 Note. Ini juga bukan pamer. Kali aja ada yang nyasar ke artikel ini dengan keyword, Pengalaman menggunakan Meizu M2 Note. Namanya juga usaha memperbanyak view.

Hape yang baru ini memang sudah dilengkapi dengan 4G, tapi awalnya aku gak yakin kalau kartu seperti Bolt atau Smartfren bisa masuk di hape ini. Setelah googling dan keluar masuk berbagai forum, aku akhirnya mendapat trik gimana caranya supaya kartu tersebut masuk di hape.



Dengan semangat ’45 aku membeli sebuah kartu BOLT. Mbak SPGnya sihh bilang kalau kartu ini gak bisa dipake di hape lain, cuma hape BOL*T doang. Hih, dia gak tau aja kalo aku udah jadi jagoan utak-atik hape. Jadi, aku  keukeuh untuk membelinya. Si mbak mengalah dong, namanya dia pengen dapet duit. Harga kartunya cukup mahal, 135 ribu tapi udah dapat paket kuota 8 gb untuk sebulan. Lumayan lah.

Sesampainya di rumah, aku langsung mencoba mempraktekkan teknik dari forum tadi.

Dan taraaaaa.....

Tidak berhasil saudara-saudara. Sinyal tak bisa ditemukan. Aku mulai frustrasi. Hape dibongkar pasang berkali-kali. Teknik dari forum juga diulang terus-menerus. Hasilnya, malah pengen ngunyah SPGnya. Di dada.

Eh, bukan ngunyah sih itu. Pokoknya itulah.

Bangke. Rugi 135 ribu. Trik biadab. PHP. KZL banget.

Jadilah hape itu menganggur dari kegiatan internetan seharian. Hape keren tapi gak bisa internetan, menyedihkan banget.

Besoknya, aku memutuskan untuk langsung membeli modem BOLT. Harganya juga gak murah, 400 ribu. Tapi, demi bisa merasakan kencangnya internet 4G, aku membelinya. Sama kayak ketika pertama kali berduaan sama pacar di kos-kosan, pengen merasakan kencangnya pacar.

Kencang apaan, tuh?

Kencang goreng. Dasar ngeres.

Ketika ngetes di counter, kecepatannya mencapai 15Mbps. Lumayan deh. Bisa donlod bokep dengan cepat. Modem pun segera berpindah tangan. Dan dompetku menipis lagi.

Sesampainya di rumah, aku langsung menghidupkan modem tersebut.

Taraaaaaa....

Ternyata sinyalnya juga gak dapet. Bangke anoa. Ini maksudnya apa? Aku coba jalan-jalan ke depan rumah untuk mencari sinyal. Begitu keluar pagar, sinyal langsung full. Aku nyoba masuk ke dalam lagi, sinyal hilang.

Demi kutu-kutu di planet Mars.

Sialan. Masa batas sinyalnya ada di depan pagar? Kampret banget. Masa kudu internetan di luar pagar seharian? Digigit nyamuk dong. Udah cukup deh jadi obat nyamuk di kampus.

Eh, tapi jangan-jangan....

Aku segera mengambil kartu yang kubeli kemarin, memasangnya di hape, menanti dengan sabar di luar pagar, dan eng-ing-eng.

Sinyal 4G nya langsung dapat.

Jadi, ini semua masalah rumahku yang gak dialiri sinyal BOLT? Kampret. Jadi, ngapain aku beli modem ini ? Arggghhhh. Rugi banyak banget. Mana gak bisa dipake di dalam rumah lagi. Sialan. Parah parah parah.



Jadi pengen nabok bibir SPG yang bilang kalau sinyal BOLT udah ada di seluruh kota Medan. Seluruh kota Medan gigik kau sariawan. Jadi, rumahku bukan termasuk kota Medan? Udah lebih paten kau daripada Walikota Medan?

Aku segera menawarkan modem BOLT tersebut ke media sosial dan toko jual beli. Tapi, sampai beberapa hari modem tersebut gak laku. Aku cuma bisa mengelus dada dan dompet.

Besok aku kudu makan apa, Yawlah?

Sekitar 3 hari kemudian, aku ikut kegiatan Inaugurasi fakultas. Acaranya diadakan di Sibolangit. Lumayan deh bisa liburan sebentar sambil foto-foto. Setidaknya ini hape baru ada fungsinya.

Acaranya berlangsung kayak biasa. Ngospek junior, disuruh main ini itu, melaksanakan jurit malam, bikin mereka nangis karena mendengar motivasi tentang orangtua. Ya gitu-gitu deh. Aku sendiri karena gak termasuk dalam kepanitiaan, cuma berperan ketika ibadah Kristen. Alim banget deh pokoknya pas disana. Semoga ada junior yang kepincut.

Hari ke-3, kami bersiap-siap untuk pulang. Aku pun bersiap-siap untuk mandi. Tapi, sebelum mandi, aku ngecas hape di tempat biasa. Kemudian, ku tinggal gitu aja. Soalnya, selama dua hari kemarin, aman-aman aja kok.

Tapi, mungkin emang dasar nasib sial lagi berpihak kepadaku. Begitu aku balik, hapenya udah raib. Yang tersisa cuma chargernya doang. Baik banget deh ini maling. Ninggalin kenang-kenangan.

Aku tanya ke temen-temen kalau ada yang minjem, ternyata gak ada. Penggeledahan dilakukan. Hape tetap gak ditemukan.

Aku udah gak bisa berkata apa-apa lagi. Cuma bisa termenung. Anjrit, hape seharga dua juta ilang dalam seminggu pemakaian. Mana duitnya pake hasil keringat sendiri. Acara itu berakhir dengan sebuah kesedihan bagiku.

Sedih karena foto-foto baru di hape hilang gitu aja.

Sedih karena kontak dan data-data penting belum di sinkronkan.

Sedih karena memory card ilang. Yang artinya, koleksi lagu dan bokep gua ilang.
Menang banyak banget dah itu maling.

Diawali dengan masalah kartu, kemudian modem, lalu hape hilang. Apa semua kesialan ini gara-gara hapenya? Sial.

Alhasil, selama sebulan ini aku gak make smartphone sama sekali. Absen dari dunia sosial. Awalnya sih susah banget. Masih sering kepikiran. Kalau mau ngecek media sosial, kudu minjem hape temen. Ngecek email kudu buka laptop dan sambung ke modem. Btw, modemnya jadi banyak yang tertarik untuk membeli setelah hapenya hilang. Kayaknya emang beneran bawa sial deh itu hape.

Kerjaanku di rumah cuma mandangin charger hape sama kotak hape. Galau banget. Lebih sakit kehilangan hape daripada kehilangan pacar. Serius.

Apalagi temen-temenku pada kampret semua. Tiap hari taunya cuma,

“Eh, gimana hapemu?”
“eh, katanya hapemu hilang ya?”
“Eh, bagi pin bbm dong.”

Dasar kawat gigi suneo. Itu sama aja kayak nanyain gimana keadaanmu setelah mantan nikah sama sahabat sendiri. Sakit, Nyet. Banget.

Tapi, kehilangan selalu mengajarkan sesuatu. Sejak kehilangan hape aku jadi lebih sering merhatiin dunia sekitar. Lebih asik ngobrol dengan temen. Meski kadang, ada satu momen dimana mereka semua asik dengan hape masing-masing, dan aku cuma bisa nyabutin bulu tangan.

Aku memang udah berencana untuk membeli hape baru. Tapi, aku masih trauma. Takut hal yang sama bakal keulang lagi. Lagian, aku udah nyaman dengan kondisi tanpa hape seperti sekarang ini. Tapi, yang paling penting, aku belum ada duit.

Kalau mau donasi, boleh banget loh. Bikin aja #KoinForZega

Kondisinya sama seperti aku yang nyaman menjadi jomblo. Takut semua sakit hati bakal terulang. Dan terlebih lagi, aku gak ada duit untuk bayarin cewek. Hahaha.
Semoga nanti aku diberi limpahan rejeki lagi. Semoga nanti aku diberi jodoh yang sesuai dengan kebutuhanku.

Amin.

Ada yang pernah ngalamin kisah sial kayak aku juga? Share dong di kotak komentar. Supaya kita saling berbagi kesialan.

Makasih udah membaca curhatan gak penting ini.


Salam Asal
Lanjut Baca Terus >>>

Monday, September 7, 2015

Kisah Mengharukan

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada mereka yang saling bertegur sapa dalam tukaran pandang malu-malu.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat mereka yang melaksanakan kencan pertama di bawah air mata sang langit.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat mereka saling mengucapkan kata cinta dengan wajah bersemu merah.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat rajutan cinta perlahan terurai oleh ego seteguh karang.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat mereka yang dulunya menatap penuh malu, sekarang berlagak tidak kenal.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat mereka yang disiksa rindu, namun enggan mengalah.

Tidak ada yang lebih mengharukan daripada melihat sebutir kisah cinta yang menguap kembali pada Sang Khalik.

Tidak. Tidak ada yang lebih mengharukan.



Posted via Blogaway


Lanjut Baca Terus >>>