Seberapa sering lo mendengar orang mengucapkan kata
RASIS? Gua sering banget liat orang yang bicarain tentang rasis. Di facebook
ngeluh tentang rasis, di twitter juga bicarain rasis. #RasisEverywhere.
Akibatnya, pengertian rasis malah semakin rancu dan ambigu.
Gua pernah debat sama temen gua, ketika itu gua kurang sreg sama tingkah FPI
yang sesukanya konvoi di jalan. Trus kawan gua negur “Jangan rasis gitu ah.”
What? Rasis? Ras macam apakah FPI ini? Apakah mereka
termasuk ras langka berkepala batu yang patut dilestarikan?
Gua juga pernah baca di salah satu akun sepakbola.
Salah seorang followernya ngetwit gini “ Rasis itu adalah kalau lo menghina
klub bola kesayangan gua.”
Oke. Jadi klub bola favorit lo itu mungkin keturunan
bangsa Arya yang semuanya berambut pirang, berhidung mancung, dan berkulit
putih. Kemungkinan besar ini adalah klub sepakbola Nazi.
Rasisme dalam sepakbola adalah ketika fans menghina
salah seorang atau lebih pemain sepakbola lawan karena dia “berbeda”. Seperti
melemparkan pisang ke lapangan, meneriakkan kata “monyet” dan lain sebagainya.
Gua juga pernah baca. “Dih, IPS dan IPA kok
dibedakan. Rasis banget”
Nah. Sejak kapan di Indonesia, ras dibedakan menjadi
jurusan IPA dan IPS. Mungkin jurusan IPA berkulit gelap, dan jurusan IPS berkulit
putih. Atau jurusan IPA berhidung mancung, dan jurusan IPS berhidung pesek.
Jurusan Ip
Gua takut lama kelamaan bakal menjadi, “Sialan, gua
terus dihina sejak jadi jomblo. Rasis banget.”
Kayaknya pada gak bisa bedain antara rasis dan
diskriminasi ya?
Mari kita bahas.
Rasis menurut wikipedia adalah : Suatu sistem
kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat
pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu – bahwa suatu ras
tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.
Kalau melihat pengertian di atas, sesuatu dikatakan
rasis kalau kita membedakan manusia berdasarkan perbedaan biologis, tergantung
pada rasnya. Juga ketika kita merasa ras kita adalah ras pilihan Tuhan, jadi
mempunyai kekuatan super untuk menggerakkan bumi dengan tenaga kentut. Sehingga
kita meremehkan ras lainnya.
Misalnya, membedakan transportasi antara warga
pribumi dan warga Tiongkok. Atau misalnya lo mengejek suku Afrika dengan kata
Hitam, Keriting, Tai Panci.
Rasis bukan berdasarkan pembedaan organisasi, agama,
atau bahkan jurusan pelajaran.
Kurang percaya sama wikipedia? Baiklah, mari kita
telaah menurut KBBI.
Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia,rasisme
diartikan sebagai paham atau golongan yang menerapkan penggolongan atau
pembedaan ciri-ciri fisik (seperti warna kulit) dalam masyarakat.
Udah mulai jelas?
Kalau di Indonesia, hal ini cukup membingungkan.
Karena rasisme sudah termasuk di dalam SARA. Jadi kalau ada pembedaan seperti
gitu, kita langsung mengatakan itu SARA, padahal kan unsur SARA itu ada empat
(Suku, Agama,Ras,Antar Golongan).
Akhirnya pengertian rasis sering masuk ke dalam
diskriminasi suku atau antar golongan.
Jangan-jangan lo gak tau selama ini termasuk ras
mana? Gua jelasin sedikit deh mengenai ras yang ada di muka bumi ini.
Yang pertama adalah ras Kaukasoid. Ras ini tersebar
di Eropa Utara, Eropa Tengah, Arabia, India, dan Pakistan. Ciri-cirinya adalah
berkulit putih, hidung mancung, berambut pirang dan bertubuh jangkung.
Ras ini bener-bener idola cewek banget ya.
Kebanyakan ras Kaukasoid emang cakep semua. Kalau ras ini dihina, mungkin yang
paling murka adalah para cewek. Jadi kalau lo bilang gini “ Woi. Idung aja kau
besarin. Ngabisin stok oksigen aja.”
Lo udah rasis parah banget men.
Yang kedua adalah ras Mongoloid. Ras ini terdapat di
Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, dan Amerika Utara. Ciri-cirinya berkulit
kuning, berambut hitam dan bertubuh sedang.
Indonesia termasuk dalam ras ini. Tepatnya ras
Malayan Mongoloid. Gua juga kurang tau apakah menghina ras sendiri termasuk
perilaku rasis, soalnya kita sering banget ngehina Malaysia, yang masih satu
ras dengan kita. Kalau ada yang tau, silakan jawab di kotak komentar ya.
Yang terakhir adalah ras Negroid. Tersebar di Benua
Afrika, Papua dan Kepulauan Melanesia. Ciri-cirinya berambut keriting, berkulit
gelap dan bertubuh tinggi.
Ras ini adalah ras yang sering sekali mendapat
perlakuan tidak menyenangkan. Mereka dianggap kaum budak karena memiliki kulit
berwarna. Sampai sekarang pun yang berkulit gelap tetap dipandang sebelah mata.
Lihat saja kosmetik yang menjanjikan pemakainya putih berkilau. Seakan-akan
kulit putih menjadi standar kecantikan.
Gimana? Udah mulai paham kan tentang penjelasan
rasis? Gua juga gak tau kenapa ras selalu diakhiri dengan kata “oid”. Apakah
android termasuk ras juga? Hmmmm.
Nah, jadi mulai sekarang gunakanlah kata-kata pada tempatnya ya. Jangan asal ngomong tapi gak tau makna kata. Kasian loh yang uda susah-susah ciptain kata tersebut.
Nah, jadi mulai sekarang gunakanlah kata-kata pada tempatnya ya. Jangan asal ngomong tapi gak tau makna kata. Kasian loh yang uda susah-susah ciptain kata tersebut.
This is the end of the post. Kalau lo ada pemahaman
lain tentang rasis silakan berbagi di kotak komentar ya. Atau ada pengertian
yang salah dari penjelasan gua, silakan kritik dan sarannya. Gua juga masih
belajar J






