Showing posts with label lomba blog. Show all posts
Showing posts with label lomba blog. Show all posts

Wednesday, April 2, 2014

[Review Blog] Serunya Bermain di Komburkali

Beberapa hari yang lalu, gua lagi blogwalking, dan entah ada setan apa yang merasuki keyboard gua, sehingga gua jadi nyasar di blog komburkali. Gua amati keadaan sekitar, memastikan apakah ini tempat yang asing atau bukan. Sekelebat ingatan menerpa gua.

Ternyata gua lagi terdampar di blognya Aizeindra Yoga, salah seorang blogger Medan, yang telah lama malang melintang di dunia blog. Kebetulan, gua kenal sama dia karena satu komunitas blogger juga.

Ya sudahlah, gua jalan-jalan dulu di blog dia. Manatau dapat jodoh.

Yang pertama gua rasain adalah, adem. Warna putih background, dipadu dengan warna hijau, cukup menyejukkan mata. Tampaknya Aizeindra adalah pecinta alam, sehingga banyak memasukkan unsur hijau ke dalam blognya.

Headernya juga berwarna hijau, dengan gambar seorang yang, uuhh, masih absurd bagi gua. Entah itu pengendara sepeda, atau seseorang lagi bersihkan kebun, atau yang bersihkan kebun sambil bersepeda. Gua juga bingung.

gini nih penampakan blognya


Setelah puas melihat-lihat dekorasi blognya, gua membolak-balik isi blognya. Isinya sangat bervariasi. Ada artikel-artikel yang menambah pengetahuan, ada juga cerpen yang keren banget. Asli, gua salah satu penggemar cerita fiksi dari Aizeindra. Isi cerpennya anti-mainstream, tapi enak dibaca.

Blognya juga mempunyai video yang memberi tips-tips absurd kepada pengunjungnya. Dia juga rajin menulis tentang kota medan, baik dari bahasa slang, makanannya, hingga tempat-tempat yang asik dikunjungi di kota Medan. Jadi, kalau lo mau ke Medan, tapi bingung dengan gaya bahasa Medan, atau gak tau tempat yang asik untuk dikunjungi, blog ini bisa banget jadi referensi lo. Komplit membahas hal-hal yang berkaitan dengan Medan.


lengkap banget hiburan di blognya


Mungkin hal itu pula yang menyebabkan gaya penulisannya seperti kalau orang medan lagi ngomong. Ini merupakan ciri tersendiri untuk blognya 

Enggak tau cara orang medan ngomong? Kayak gini nih contohnya :

Ucok = “lae tau, partai yang satu ini janjiin kereta kalo mau cucok batang hidongnya."
Togar = “tipu ajanya itu.”
Ucok = “betol ini, tambah lagi kalo ajak kawan untuk cuco dia bisa dapat mobil nanti.”
Togar = “CENGKUNEKnya ajanya itu, udah dudok mana ingat lagi dia ama kau”

Percakapan itu gua ambil dari blognya Aizeindra. Ngerti kan dengan isi percakapannya? Semoga ngerti deh. hehe

Aizeindra juga tidak lupa memberi hiburan kepada pengunjung blognya. Yaitu, lewat fitur soundcloud.  Dengan suaranya yang cetar membahana, mengisi telinga kita dengan alunan nada-nada indah. Silakan lo dengar deh. Jangan lupa siapkan segelas kopi dan biskuit. Biar semakin joss menikmati lagunya.

Tapi, menurut gua sih sidebar blognya terlalu rame. Berselemak kali lek. Jadi agak gimana gitu mandangnya. Mungkin kalau lebih disederhanakan akan lebih sedap dipandang.

Eh ya, ternyata blog komburkali dan Aizendra lagi merayakan ulang tahun loh. Wah, selamat ulang tahun ya. Semoga ke depannya, komburkali tetap menyajikan materi khas dan berkualitas. Semoga Aizeindra juga cepat dapat jodoh, biar gak jomblo terus. 

Hahaha.

Kalau lo penasaran gimana sih bentuknya blog komburkali, boleh deh main-main ke blognya. Gak bakalan rugi deh. Silakan klik aja tulisan di bawah untuk menuju ke blognya.


Sekian postingan dari gua. Sampai jumpa di postingan berikutnya. *lambai tangan*



Update 9 April 2014. Syukurlah, gua menang di GA ini. silakan cek di blog yang empunya GA






Lanjut Baca Terus >>>

Saturday, February 1, 2014

Obrolan Penuh Mimpi


Beberapa hari yang lalu, paman gua berkunjung ke rumah. Paman gua ini kerjaannya di bidang pengadaan barang-barang untuk rumah sakit. Lumayan berduit juga. Sore-sore, gua ngobrol sama dia. Sekedar bertukar kabar aja karena udah lama gak jumpa.

Obrolan pun berlanjut membahas impian. Dia nanya sekarang gua lagi ngambil jurusan apa, kenapa ngambil itu, kelak mau jadi apa, dan segala hal tentang masa depan.

Paman gua bilang “ kamu tau gak kenapa kita harus menggantungkan impian kita setinggi langit?”
“Supaya gak bisa diambil orang?” jawab gua sekenanya.
Paman gua tergelak. “ Bisa juga. Tapi yang lebih tepatnya supaya banyak perjalanan yang kita lalui untuk menggapainya.”
Gua mangap. Bingung.

“Gini, misalnya kamu menetapkan impian cuma sampai atap rumah. Maka usahamu untuk mencapainya juga tidak akan lebih dari atap rumah. Usaha standar. Tapi ketika kamu menetapkan impian setinggi langit, maka usahamu lebih maksimal. Kamu akan melampaui impian setinggi atap rumah, kemudian melanjutkan impian sampai mencapai langit.”

“Tapi Paman, bukankan lebih sulit untuk mencapai yang lebih jauh. Rintangannya juga lebih banyak,” protes gua.
Dia menggelengkan kepalanya, “Ah, siapa bilang. Itulah pemikiran orang yang tidak mau berusaha. Memang setiap impian pasti ada bebatuan yang menghadang, ada rintangan. Tapi tau gak, kadang kita sendiri yang membuat rintangan tersebut. Seharusnya jalan yang kita tempuh lurus kayak jalan tol, kita malah membuatnya berlubang-lubang.

“Contohnya gimana, Paman?”
“Contoh, kamu adalah seorang pegawai swasta. Seharusnya kamu akan dipromosikan dalam beberapa bulan ke depan. Tapi karena kamu gak sabaran, kamu mulai curang. Mulai korupsi. Mencari jalan pintas. Sehingga melunturkan kepercayaan atasan. Akibatnya kamu dipecat. Lihat kan. Terkadang kita sendiri yang mempersulit diri kita.”

“Ada satu hal lagi yang perlu kamu tau. Semua orang hanya memikirkan akhir dari kesuksesan, punya uang banyak, hidup mapan. Tapi, hanya segelintir orang yang memikirkan proses untuk mencapai kesuksesan. Paman pernah baca buku yang berjudul The Secret. Disitu dikatakan, kalau kita telah bermimpi, maka alam semesta akan membantu kita mewujudkannya.”

“Enak dong kalau gitu. Tinggal santai-santai aja. Maka impian kita terwujud,” kata gua.
Paman gua berdecak. “Kamu ini. Taunya enak aja. Ya gak gitu juga. Tentu saja kita harus berusaha, impian tanpa usaha sama dengan nol. Lagian, meraih sukses itu gampang loh. Kamu tinggal mengubah satu sistem paling mudah, dan semuanya akan berjalan layaknya efek domino.”

‘Sistem yang bagaimana, Paman?”
“Kamu harus merubah diri sendiri dulu. Kemudian hal-hal lain akan ikut berubah. Misalnya selama ini kamu malas, nah ketika kamu merubah diri kamu menjadi rajin, maka prestasimu semakin meningkat. Lalu, kamu mendapat pekerjaan yang lumayan, karena prestasimu. Begitu terus. Seperti efek domino lah pokoknya.”

Disini pemikiran gua mulai terbuka. Betapa impian itu sebenarnya ada dalam genggaman. Tergantung kita mau meraihnya atau tidak.

Gua teringat ketika dulu punya mimpi untuk masuk PTN favorit di Sumatera Utara. Les sampe malam, diskusi dengan mentor, ditambah mengulang pelajaran, semuanya gua lakuin untuk bisa masuk PTN. Gua sadar, kemampuan gua pas-pasan. Dan passing grade jurusan yang mau gua ambil lumayan tinggi untuk ukuran gua.

Ketika ujian, gua lakuin semua yang gua bisa. Dan hanya bisa pasrah dengan hasilnya. Tapi, gua tetap berdoa dan berharap banget bisa lulus.
Sayangnya, Tuhan berkata lain. Gua gak lulus.

Mental gua jauh ke titik terendah. Gua muak melihat buku pelajaran. Rasanya pengen dijual aja ke tukang loak. Gua juga menyalahkan Tuhan. Menyalahkan keadaan, karena gagal mencapai impian.

“Arman. Kamu harus tau, semua hal di dunia ini terjadi karena ada alasan dibaliknya,” kata paman gua.
Ternyata gua curhat tadi sama dia.
“Apakah sekarang kamu masih merasa down?”
Gua menggeleng, “Malah aku bersyukur bisa masuk kampus yang sekarang. Dosennya baik, kawan-kawan juga asik, dan aku semangat belajar karena jurusannya sesuai minatku. Kalau di PTN kemarin, ya sesuai passing grade yang bisa aku capai.”
“Nah kan. Belum tentu kamu merasakan hal ini jika kamu lulus di PTN. Rencana Tuhan selalu indah pada waktunya.”

Gua manggut-manggut.
“Kamu pernah gagal lagi dalam impian?”
“Pernah. Ketika membuat artikel dalam rangka giveaway. Kayak lomba gitu, Paman. Tapi ini untuk blogger.”

“Kenapa kamu gagal?”
Gua mengingat lomba-lomba blog yang gua ikuti. Yang seringkali gagal daripada menang. Pernah sih menang sekali, tapi hadiahnya gak pernah dikirim. PHP.
“Tau kenapa kamu gagal?” tanya paman gua lagi.
“Ya. Karena aku lebih mementingkan hadiahnya ketimbang tulisan yang kubuat. Aku merasa tulisanku sudah bagus dan layak untuk menang. Tidak mau menerima kritik.
“Haha. Permasalahan yang biasa dialami remaja seusia kamu. Trus gak pernah menang lagi?”

“ Pernah dong. Ketika itu, aku mencoba mengabaikan hadiah dan hanya fokus kepada tulisan yang akan aku buat. Berusaha memberi yang terbaik untuk pembaca blogku. Dan hasilnya sama sekali gak disangka. Aku menang juara pertama.”

Ini cerita gua yang menang blog, juara pertama. dapat domain 3 tahun. Yayasan blog
Ada lagi cerita tentang Pergantian cita-cita. Syukurlah ini menang juga.

“Itulah buah kerja keras. Kegagalan pasti akan menempa kamu. Akan memecut kamu untuk terus berjalan. Tapi kesuksesan akan memecut kamu untuk terus berlari mengejar impianmu yang belum tercapai. Tapi ingat, kesuksesan bagai dua mata pedang, akan menjadikan kamu lebih semangat mengejar impian, atau akan menjadikan kamu sombong. Merasa yang terbaik. Berhati-hatilah pada perasaan semacam itu.”

 “Tapi ada satu hal yang tidak boleh kamu lupakan ketika punya impian,” kata paman gua tegas.
“Apa paman?”

“Kamu tidak boleh melupakan Tuhan.”

Disini gua merasa ditampar banget. Betapa gua sering sekali mengabaikan Tuhan dalam setiap impian gua. Hanya mengingat Tuhan ketika susah, itupun menyalahkan. Dan ketika berhasil, gua malah lupa sama sekali dengan Tuhan. Menganggap semua itu adalah hasil kerja keras gua.

“Walaupun impianmu terwujud, tapi tanpa rasa syukur terhadap Tuhan, maka kamu akan merasa hampa. Merasa miskin. Merasa sia-sia. Selalu ikutkan Tuhan dalam setiap impianmu. Dengan begitu, walau kamu gagal, kamu akan selalu merasa kuat, karena pertolongan Tuhan.”

“Iya paman. Aku berjanji akan selalu berserah kepada Tuhan.”


Gua berusaha mencerna semua pembicaraan ini. Meresapkannya ke dalam hati, supaya terus terkenang dalam sanubari. Impian-impian gua perlahan mulai bermunculan satu persatu. Gua bermimpi bisa melakukan ini dan itu, punya ini dan itu, pokoknya segala sesuatu yang gua rasa mustahil.

Karena gua percaya, selagi kita mau berusaha dan tekun, tidak ada yang mustahil. Terimakasih untuk Paman gua, yang karena kebijaksanaannya berhasil memotivasi gua untuk kembali menggantungkan impian setinggi langit.


Kalau lo juga punya cerita mengenai impian lo yang telah tercapai atau sering gagal, yuk share disini. Biar kita sama-sama diskusi.




giveaway-kolaborasi-banner-ii


Update 22 februari.
gua adalah salah satu pemenang giveaway ini. bersama dengan pemenang yang lain. karena hadiahnya ada banyak juga. bukti kemenangan silakan cek pengumumuman disini

Lanjut Baca Terus >>>

Monday, January 27, 2014

Hemat Tiada Tara




Gua hobi banget membaca komik. Kebiasaan membaca komik udah gua mulai sejak kelas 3 sd. Dulu, gua dibeliin komik Shinchan, Conan, Donal Bebek, dan Kungfu Boy. Untunglah dulu gua belum mengenal majalah Playboy. Kalau udah, mungkin gua bakal merengek minta dibelikan itu. Sebagai anak SD, pubertas gua emang mengkhawatirkan.

Tapi dari semua itu, gua paling suka baca Donal Bebek. Kenapa? Karena gua mau beternak bebek.

Oke ralat. Gua suka Donal Bebek karena selain lucu, juga ada tokoh yang bernama Paman Gober. Paman Gober ini adalah bebek terkaya di seluruh jagat raya. Dia sampai bikin gudang uang sendiri untuk menampung uangnya yang melimpah. Dia juga suka berenang di antara tumpukan uangnya. Mungkin bulunya terbuat dari baja 24 karat, jadi gak sakit pas berenang di antara uang logam.

Walaupun kaya, Paman Gober ini kikirnya bukan main. Atau dalam bahasa dia, HEMAT. Dia lebih suka numpang makan di rumah Donal, daripada mesan makanan. Dia juga suka datang ke taman untuk membaca koran bekas ketimbang membeli koran baru. Padahal hampir semua restoran dan penerbitan di Kota Bebek adalah punya dia.

Mungkin karena kebanyakan membaca komik ini, gua juga jadi ikutan kikir, eh salah, hemat. Gua berusaha sebisa mungkin untuk melakukan tindakan pengiritan.

Contohnya baju. Gua biasanya make baju yang sama untuk jangka waktu dua hari. Selain untuk menghemat air untuk mencuci, juga karena gua malas nyuci baju. Biasanya sih kalau baunya belum mampu membuat bulu idung mengalami penuaan dini, maka gua akan terus memakai baju itu.

Inilah salah satu enaknya jomblo. Gak ada yang protes dengan bau badan lo yang bisa bikin tikus got mati.

Contoh lain kalau lagi mandi. Di daerah gua, kadang air suka macet. Gak mau ngalir. Sementara gua mau mandi dan air di bak gak mencukupi. Paling cuma bisa beberapa gayung doang. Tapi karena kejadian ini berlangsung cukup sering, gua jadi punya kiat khusus untuk mengatasinya.

Gua kasih tipsnya nih, mandi hanya bermodalkan beberapa gayung.

1. Gunakan gayung pertama untuk membasahi badan.
2. Usapkan sabun di badan, terus gosok gigi, lalu keramas pake shampo. Lakukan semuanya tanpa membilas badan terlebih dahulu.
3. Bilas badan dengan gayung terakhir.

Selesai deh. Lo bisa mandi dengan bersih tapi tetap irit.

Pengiritan lain yang suka gua lakuin adalah masalah kancut. Gua itu juga suka make kancut yang sama selama dua hari atau lebih. Alasannya sederhana, males nyuci. Jadi tinggal tukar tuh kancut jadi side A atau side B.

Pelit? Tidak.
Irit? Iya.
Gatel? Oh jelas.

Kegiatan irit versi gua mungkin menurut lo jorok. Tapi lo harus tau, berapa banyak penghematan yang bisa lo dapat dengan irit. Seperti kasus gua, mungkin udah berapa liter air yang berhasil gua hemat saking iritnya. Mungkin lo bilang, “Indonesia kan dikelilingi air, ngapain juga dihemat.”

Ya, emang bener. Indonesia dikeliling air. Tapi air laut. Bukan air tawar. Kadang malah dikelilingi air banjir. Emang lo mau gunain air kayak gitu. Air bersih masih menjadi persoalan di negara kita. Banyak daerah terpencil yang untuk mandi saja, mereka harus naik motor. Bukan karena rumahnya gede, tapi karena sumber airnya jauh dari pemukiman penduduk.

Sumber air lainnya di Indonesia adalah sungai. Tapi sekitar 65% sungai di Indonesia sudah tercemar. Entah itu limbah pabrik ataupun sampah. Danau pun tidak berbeda jauh keadaannya.

Kabarnya sih, tahun 2025, seluruh dunia akan mengalami krisis air bersih. Walaupun dua pertiga dari permukaan bumi adalah air, tapi hanya lima persen yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Tidak ada salahnya kan berhemat dari sekarang. Walaupun itu hanya air. Setidaknya nanti, anak cucu lo bisa mandi dengan air bersih, bukan dengan minyak makan.

"Irit, merupakan sikap yang bijaksana dalam hidup. Bukan hanya dalam rangka menghemat pengeluaran agar dapat menabung beberapa rupiah, namun irit merupakan sikap yang menghargai kehidupan dengan menghindari pemborosan." Kak Akin, blogger tanpa nama.

Bukankah di Indonesia ada pepatah lama yang mengatakan “ Hemat Pangkal Kaya”. Sayangnya pepatah ini, perlahan mulai dilupakan. Sifat konsumerisme dan hedonisme menguasai setiap sel tubuh kita. Sudah saatnya kita mengubah sifat, untuk menjadikan dunia lebih baik.

Apakah sekarang lo tertarik juga untuk hidup lebih hemat? Atau lo juga punya kisah irit yang sama dengan gua. yuk, saling berbagi di kotak komentar.

Lanjut Baca Terus >>>

Saturday, December 28, 2013

Yayasan Blog, Why Not?


Waktu emang gak pernah terasa ya. Cepet banget berlalunya. Kita udah di penghujung tahun 2013 nih. Bentar lagi mau masuk 2014.

Jika tahun ini berakhir, maka genap dua tahun blog ini gua jalankan. Gua isi dengan segala pengalaman, cerita, hingga pemikiran yang kadang kontroversial. Tapi gua masih merasa kurang. Masak hanya ini yang bisa gua lakuin sebagai blogger?
Lanjut Baca Terus >>>

Saturday, December 21, 2013

Lo Jomblo? Keren !


Hmm. Udah  memasuki malam minggu nih. Malam yang katanya adalah malam keramat. Malam paling horor. Untuk para jomblo, tentu saja.

Yang pacaran pasti udah siap-siap mau ke rumah pacarnya. Ada yang dengan senang hati, ada juga yang karena terpaksa. Yah, namanya juga pacaran.
Lanjut Baca Terus >>>

Saturday, November 23, 2013

Momen Tak Terlupakan (Cerpen)

“Lebih baik kita break dulu. Aku capek." Ucapmu pelan. Kemudian berbalik dan berjalan menjauh.
Kuikuti dengan mataku, langkah demi langkah yang kau jalani. Sampai akhirnya menghilang, ditelan tikungan jalan. Aku masih membatu,  tak mempercayai pendengaranku. Break? Apakah dia ingin mengakhiri hubungan kami? Mengakhiri kenangan tiga tahun kebersamaan kami?
Lanjut Baca Terus >>>

Monday, November 18, 2013

Pergantian Cita-Cita


“Cilla, kalau gede mau jadi apa?”
“Jadi doktel, bial bisa nyembuhin orang banyak.” Senyum polos pun membingkai wajah mungilnya.

Tanpa sadar gua jadi ikut tersenyum melihat iklan ini, dan teringat akan cita-cita gua pas masih kecil. Ya, dulu gua juga bercita-cita menjadi seorang dokter. Dan mungkin cita-cita gua sama dengan cita-cita lo. Entah kenapa menjadi dokter adalah cita-cita yang terlalu mainstream Indonesia.
Lanjut Baca Terus >>>

Friday, October 25, 2013

Masa Remaja Itu Asik? Think Again !



Remaja. Ah, sebuah proses yang akan atau sudah kita jalani. Gua juga udah pernah jadi remaja. Sekarang sih masih remaja juga kayaknya. Remaja tua. Hehe.

Jadi remaja itu asik banget. Tapi itu hanya berlaku kalau keuangan lo atau ortu lo berkecukupan. Untuk kawan-kawan lain yang kurang beruntung, jadi remaja itu adalah masa untuk bersakit-sakit. Dan mudah-mudah mereka, dan kita juga bisa jadi orang yang sukses kelak. Aminnnn.
Lanjut Baca Terus >>>