Showing posts with label lagu. Show all posts
Showing posts with label lagu. Show all posts

Monday, December 14, 2015

[Review Lagu] Kura-Kura - Tamma

Masih inget nggak dengan lagu Tuhan Sedang Bercanda,yang pernah aku review disini ? Coba deh dicek lagi artikelnya, dan didenger ulang lagunya. 

Udah inget?

Kata penyanyinya sih, single Tuhan Sedang Bercanda jadi hits setelah kureview disini. Ah ada ada saja. Bisa banget bikin orang geer. Cowok emang pande banget ngegombal. Hih.

Tapi, kalaupun bener, syukur deh. Senang bisa membantu orang lain.

Sekarang, Tamma udah ngeluarin single terbarunya, yang berjudul Kura-Kura. Dan lagi-lagi, karena aku baik hatinya tumpe-tumpe kayak susunya Jupe, aku kembali ngereview lagu tersebut.



Kira-kira kayak gimana ya lagunya? Langsung aja deh kamu cek di bawah ini.





Masih kurang menghayati? Coba sekarang diputer ulang sambil menyanyikan liriknya.


Verse 1

Sudah hentikan gundah
Tentang kisah berdua
Dengar suara hati
Bukan kata-kata mereka

Verse 2

Untuk jalan bersama
Butuh kematangan diri
Sabarlah sejenak
Percayakan semua
Pada sang waktu

Chorus:

Tak baik bila diburu rasa
Cinta bukan ajang adu cepat
Biarlah melaju pelan bagaikan kura-kura
Ku pastikan kita menyentuh garis akhir

Bridge:

Yakinkan ragu ini yang terbaik

Chorus 2X

Gila banget, ya. Dalem.

Jadi, menurut penafsiranku (ini penafsiran bebas, ya. Karena menilai karya seni memang memiliki interpretasi masing-masing), lagu ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang sering bertengkar. Pertengkaran mereka sebenarnya sepele. Salah satu dari mereka kebelet nikah. Sementara yang satu belum siap. Setelah diselidiki, ternyata keinginan untuk kebelet nikah ini bukan keinginan pribadi, tapi tekanan dari banyak pihak di sekeliling mereka.

Maka yang belum siap tadi, berusaha menenangkan hati pasangannya dengan lagu ini. Dia berkata kalau cinta itu bukan perlombaan. Bukan soal siapa yang paling cepat merid, paling cepat kawin, paling cepat keluar. *eh

Tapi, cinta itu adalah proses. Proses untuk saling mengenal, saling menguatkan. Meski lamban, namun mereka akan mencapai garis akhir, kok. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Lihat deh berapa banyak kasus pernikahan dini yang terjadi. Di awal mungkin akan baik-baik saja, tapi makin lama perselisihan nggak tertahankan lagi. Akhirnya cerai deh. Mana udah punya anak lagi. Kan kasihan anaknya. Belum tau apa-apa, udah jadi keluarga broken home. Jadi, lebih baik perlahan tapi pasti, daripada buru-buru tapi bubar jalan.

Asalkan sampe garis akhirnya nggak kelamaan juga. Keburu diambil sama orang lain kalau kelamaan.

Kritik untuk lagu ini. Eummm. Menurut telingaku sih, ya. Masih ada pemaksaan diri di beberapa nada overtune. Jadi, kedengeran menyiksa gitu. Nggak tau deh dengan telinga pendengar lain.

Kritik lain, adalah sampul lagunya. Masalah ini juga pernah kukatakan ke Tamma. Yaitu gak adanya gambar kura-kura di sampul lagu tersebut. Dan alasannya kurang berseni kalau kura-kura dimasukin ke situ. Ya, menurutku, sih bisa diakali. Mungkin bisa dikasih gambar kura-kura kecil lagi makan daun. Kura-kura berupa siluet. Kura-kura lagi kawin.

Atau, sampul yang bergambar sepasang kekasih lagi berpengangan tangan sambil menatap bulan, bisa diedit dengan sepasang kekasih dimana si cowok ngasih kura-kura ke si cewek. Terus kura-kuranya gigit tangan si cewek. Fail.

Gitu sih yang muncul di pemikiran absurdku. Kalau menurut kamu gimana?

Rencananya juga, ntar, kalau aku nikah, aku bakal undang Tamma untuk menyanyikan lagu ini di pernikahanku. Dengan suara ngebass dan adem, alunan melodi pop-jazz, wiihhh, makin dapet deh momennya. Sekalian juga sebagai kode ke calon istri, jangan kebanyakan minta pas masih di awal pernikahan. 

Tenang aja, ntar tanpa diminta, aku bakal beliin berlian kok untuk kamu, supaya kamu gak perlu malu menunjukkan jari manismu. Bakal beliin baju-baju mahal supaya kamu gak perlu kalah gengsi dengan ibu-ibu kompleks. Bakal beliin make up halal supaya wajahmu tetap mempesona. Dan bakal beliin kasur terbaik supaya kamu bisa melayaniku dengan lebih baik. *mikir keras.

Itung-itung sebagai balas jasa, lah karena udah kureview secara sukarela. Muehehehe. *gak mau rugi.

Bentar, ini kok malah curhat ya.

Oke. Fokus.

Lagu ini cocok juga untuk yang jomblo. Nggak usah sedih kalau kamu masih sendiri dalam waktu yang cukup lama. Mereka yang meledek belum tentu lebih bahagia dengan pasangan mereka.

Ahzeg.

Kamu bisa download lagu Kura-Kura dari Tamma disini.

Tamma bilang, 100 orang pertama, bisa mengunduh lagu Kura-Kura secara gratis. Wow. Kapan lagi bisa dapat lagu resmi secara gratis? Buruan unduh.

Sebagai ucapan terima kasih, kamu bisa bantu share link sc nya atau link artikel ini ke media sosial yang kamu punya. Membuat orang hebat terkenal gak ada ruginya kok. Jadiin Dijah Yellow terkenal aja kamu bisa, masa yang terbukti punya karya, gak bisa kamu jadiin terkenal?

Atau kamu juga bisa mengaransemen ulang lagunya, atau membuat cover lagunya. Bebas. Kalau aku cukup pintar dalam bermusik, aku pasti udah ngelakuin itu. Soalnya liriknya terlalu menggoda.

Sayangnya, kemampuan bermusikku cukup jauh. Jauh di bawah rata-rata. Bedain do sama re aja gak bisa. Sedih emang.

Setelah mendengar lagu Kura-Kura, apa yang kamu rasakan, atau apa yang terlintas di benakmu? Share di kotak komentar, ya.

Sekian artikel untuk kali ini.

Salam Asal






Lanjut Baca Terus >>>

Monday, April 20, 2015

[Review Musik] TAMMA- Tuhan Sedang Bercanda




Beberapa minggu yang lalu, salah seorang fans di twitter memintaku untuk mereview lagu ciptaannya. Entah dia kesurupan penunggu hati mantan atau mungkin sedang dalam pengaruh sakaw karna foto Pamela yang beredar. Entahlah. Bisa-bisanya aku, yang hanya seorang penikmat seni, malah diminta tolong untuk mereview. Dia bukan minta tolong sama yang ngerti tentang musik. Aneh memang.

Alasannya sih, dia bilang supaya aku lebih jujur dan objektif menilainya. Pret. Padahal sih aku tau, alasan sebenarnya adalah karna dia gak sanggup bayar kritikus yang beneran ahli. Hih.

Dia juga minta, supaya akun pribadinya jangan disebutkan. Cukup akun officialnya aja. Belum apa-apa udah sok misterius aja ini si kampret. Gak bakal ada juga kali yang tertarik untuk kepoin akun mu -_-.

Tapi, ya sudahlah. Karna aku emang baik, jadi aku sanggupin untuk mereview.

Intro lagu ini udah langsung bikin kuping adem. Menggunakan gaya permainan pop akustik yang sedikit jazzy. Mirip-mirip Tulus gitu.  Permainan gitarnya kayaknya udah cukup mahir. Soalnya main dengan cara gitu susah banget. Yah, setidaknya untukku. 

Suaranya juga serak-serak bass gitu. Tipe suara yang menurutku, bakal langsung bikin cewek meleleh. Satu hal yang aneh adalah, dia masih jomblo. Kalau aku punya suara dan permainan gitar kayak gitu, beuhhhh. Tiap hari bisa gonta-ganti cewek. Entah dia terlalu pemalu untuk deketin cewek, atau sebenarnya dia lebih suka cowok. Hmmm.

Lanjut ke bagian liriknya. Pas udah masuk ke pertengahan lagu, aku berucap dalam hati “Tae banget ini si @TAMMA_official. Liriknya dalam banget anjir.” Seriusan. Isi lagunya menceritakan kalau emang ada beberapa cinta yang lebih baik kita ikhlaskan. Ada cinta yang tidak bisa dipaksakan, semakin diusahakan bersatu malah semakin menyakiti. Cara terbaik adalah berpisah.


Kan tai. Siapa sih yang gak langsung galau denger lagu gini. Serangan flashbacknya udah kayak counter attacknya Real Madrid musim lalu. tajam, cepat, menusuk di jantung.

Dalam romansa, logika emang gak bisa dikesampingkan. Cinta bukan sekedar luapan emosi semata. Mungkin bagi yang masih remaja, cinta hanya sekedar masalah hati. Kalau suka ya pacaran. Gak suka ya gak jadian. Tidak ada tuntutan untuk memikirkan masa depan. Beda dengan mereka yang udah memasuki kepala dua atau kepala kepala angka tinggi lainnya. Bukan cinta seperti itu yang dicari. Tapi, cinta yang bisa menjadi pelabuhan terakhir, cinta yang saling melengkapi dan menerima apa adanya.

Tapi, ingatlah wahai pecinta. Tuhan mungkin sedang bercanda dengan kisah cintamu.


Cinta memang banyak bentuknya. Tapi tak semua bisa bersatu.

-Tulus

Nah, gitu deh hasil review untuk lagu ini. Aku mereview hanya dari segi kenikmatan 
dan keindahan seni. Bukan dari segi teknis. Karena seni sejatinya adalah subjektif. 

Tapi kalau kalian punya penilaian tersendiri mengenai lagu ini, silakan beri komentar ya. Biar yang punya lagu juga tambah semangat berkarya. Buat yang cewek-cewek, buruan tuh stalking akun officialnya. Siapa tau jodoh. Jangan lupa juga untuk nge-share artikel ini di media sosial kamu, supaya temen kamu yang lain bisa baca.

Sekian untuk hari ini.


Salam Asal. 
Lanjut Baca Terus >>>