Showing posts with label bioskop. Show all posts
Showing posts with label bioskop. Show all posts

Monday, May 25, 2015

Youtubejat

Hari ini aku ke bioskop. Mau nyari film yang bisa naikin mood lagi. Biasanya aku nonton di Palladium, tapi hari ini aku nonton di Thamrin. Yang anak medan pasti tau deh dimana lokasinya. Buat yang gak tau, silakan deh googling sendiri. Meski gak ada gunanya juga sih kalian googling.

Aku tertarik banget nonton Youtubers. Menurut beberapa pendapat temen sih, film ini gokil dan kocak abis. Melihat pemainnya, ya kayaknya sih emang lucu. Ada Lopez bersaudara, Marlo, Rayi, dan youtubers lainnya.


Tiket sudah dibeli. Waktunya nunggu waktu pemutaran. Sambil nunggu, enaknya nongkrong dulu. oh ya, seperti biasa aku jalan-jalan sendiri lagi. ya ya ya. Terserah deh mau ngatain apa. -_-

Aku nongkrong di salah satu cafe. Gak usah disebutin deh. Enak aja dia promosi gratis. Aku memesan secangkir viennamese coffee. Entah kopi jenis apa ini. Aku juga gak tau penulisannya bener gitu apa gimana. Penasaran doang sih awalnya.

Kopi datang. Berwujud kopi yang ditaruh krim banyak banget. Tinggi banget itu krimnya. Aku mikir,  “ini mana kopinya, ya?”. Ini minum kopi pake krim, apa ngemil krim pake kopi? Tapi, ya sudahlah, aku nikmatin saja. Kopinya pun kuaduk-aduk, sampe krim dan air kopi bercampur. Ternyata tuh air kopinya cuma setengah gelas doang. Elah, irit banget ini kafe.
Setelah lama diaduk, ini kopi malah berubah bentuk. Dengan air kopi berwarna kecoklatan dicampur krim putih. Ini udah kayak bubur sumsum. Anjir. Kopi jenis apa sih ini? Rasanya sih kayak cappucino gitu.

Kopi habis. Aku masuk ke bioskop.
Daannnn.

Kosong melompong. Cuma aku sendirian yang ada di situ. Okee, mungkin penonton yang lain belum pada datang. Gak lama, sepasang kekasih masuk. Nah, bentar lagi pasti rame deh ini. Seperti lazimnya orang yang pacaran, tentu saja mereka duduk di pojok. Aku duduk di baris yang sama dengan mereka. Cuma agak di tengah. Terpisah sekitar 5 bangku.

Posisinya kira-kira kayak begini

Ternyata, sampai filmnya mulai, penontonnya yaaa cuma kami bertiga. Ini kayaknya pertanda supaya aku cepetan nyari pacar deh. Tiap ke bioskop, ada aja insiden dengan orang yang pacaran. Hih.

Aku mengalihkan pikiran dari orang yang pacaran. Fokus nonton. Filmnya diawali dengan Jovial yang lagi ikutan casting. Dia disuruh mengekspresikan berbagai emosi. Asli, ini kocak banget. Awalan yang bagus.

Kelucuan semakin menjadi-jadi. Apalagi ketika adegan Andovi berencana mutusin pacarnya. Trus dia latihan sama Marlo. Marlo menaruh jeruk bali di dadanya, trus dielus-elus sama Andovi. Marlo pun mendesah-desah dan merem melek keenakan. Anjir. Gua ngakak abis.

Gak sengaja, aku liat ke kiri, ke arah orang yang pacaran tadi, dan tawaku langsung berhenti.

Mereka berdua lagi ciuman.

Anjir.

Ini bioskop dianggap milik berdua. WOI, ADA MANUSIA DISINI !! WOI !! BIKIN NGIRI AJA.

Mataku kembali ke layar. Marlo mendesah-desah lagi. Aku lihat ke kiri, ada orang lagi ciuman. Ini kok bisa pas banget ya?

Untuk beberapa lama, aku mengabaikan mereka berdua. Kembali fokus dengan film. Dibutuhkan iman yang sangat kuat untuk tidak memalingkan wajah.

Iman itu pun runtuh. Aku ngintip ke kiri lagi, mereka kembali ciuman. French Kiss. Sambil grepe-grepe. Aku lihat ke layar, Ge Pamungkas lagi ngomong, 

“Ikkeh...ikkeeh....Kimochiiii...” 

Duh Gusti, cobaan macam apa ini? Kok nikmat banget?

Aku lihat ke kiri lagi. Ya ampun, itu lidah udah pernah masuk sirkus kali ya. Lincah banget gerakannya. Itu lagi tangannya, beuhh pasti ini cowoknya berdarah pejuang, tangannya gak menyerah untuk bergerilya. Film di layar tiba-tiba menjadi tidak menarik lagi.

Situasi bioskop emang remang-remang, tapi untuk urusan kayak gini, mataku bisa berakomodasi maksimal. Teleskop hubble kalah. Dalam keremangan itu, semua aktivitas mereka terekam jelas di memori. Sayangnya, hapeku gak bisa merekam dalam situasi low light, kalau bisa. Udah jadi artis mereka.

Sehabis menyaksikan mereka ciuman, aku kembali melihat layar. Ada duo serigala lagi goyang dribble.

INI PASTI KONSPIRASI. PASTI.

Film ini yang tadinya cuma bergenre komedi romantis, berubah menjadi komedi romantis mesum. Antara film dan penonton terjalin hubungan timbal balik. Aksi-reaksi.

Mereka beraksi. Aku bereaksi. #KemudianKeras

Film pun usai.

Aku pulang dengan sejuta kebingungan.
Mereka pulang dengan sejuta kenikmatan.

Hayoo, kalau kamu tingkahnya gimana kalau di bioskop? kayak mereka juga gak? 
yuk cerita-cerita di kolom komentar. Jangan lupa bagiin artikel ini ke sosial media kamu, biar yang lain tau.

Salam Asal. 


Lanjut Baca Terus >>>